BI: TPID Berhasil Redam Inflasi Di Daerah

Jakarta, Idola 92.6 FM – Bank Indonesia (BI) menyatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berhasil meredam laju inflasi di masing-masing wilayah.

Deputi Direktur Departemen Regional BI, Budiono menjelaskan, inflasi bahan-bahan pokok itu berhasil diredam oleh TPID karena kepekaan memantau pasar. Keberhasilan pengendalian inflasi itu karena kematangan TPID dalam pemetaan, yakni pada saat bulan Ramadan menjelang Lebaran, Natal dan juga tahun baru.

“Salah satu fungsi TPID memberikan ekspetasi kepada masyarakat bahwa stok pangan tersedia. Yang dilakukan sebelum Lebaran dan Natal kita mendeteksi stok barang apa yang kurang,” katanya di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Namun, TPID di sejumlah wilayah tidak bisa serta merta memberi jaminan tentang ketersediaan stok pangan serta pengendalian harga komoditas.

Selebihnya, kata Budiono, masyarakat sendiri yang berperan mengendalikan inflasi dengan sadar untuk tidak berbelanja secara berlebihan. Selain itu, peran dari pemuka agama juga diharapkan bisa ikut membantu untuk mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan.

Lebih lanjut, diakuinya beberapa produk yang kerap menjadi pemicu terjadinya inflasi di sejumlah daerah diantaranya adalah beras, telur dan daging ayam ras.

“Volatile Food atau komoditas yang mengambang, selalu menyumbang terjadinya inflasi ataupun deflasi,” imbuhnya.

Disisi lain BI menrapkan pemanfaatan teknologi untuk memantau pergerakan harga komoditas di seluruh wilayah dengan membuat aplikasi berbasis Android dan IOS yaitu “harga pangan.id”.

Bahkan, untuk beberapa kantor perwakilan BI juga memberi kelompok tani alat telepon genggam untuk pemanfaatan teknologi.

Contoh fungsi telepon genggam itu digunakan untuk mengetahui waktu yang tepat untuk menjual hasil panen komoditas garapan petani. (Budi A/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaTurunkan Harga Gas Industri, Terobosan Apa yang Mesti Diambil Pemerintah?
Artikel selanjutnyaKegiatan Ekonomi Masyarakat Tidak Terpengaruh Pilkada 2017