Menjaga Optimisme Bangsa Menatap 2018 di Tengah Dunia yang Bergejolak

Semarang, Idola 92.6 – Setelah perang besar terakhir terjadi di dunia pada 1939-1945, belum ada lagi konflik bersenjata akbar yang melibatkan banyak Negara. Terbentang masa lebih dari 72 tahun sejak Perang Dunia II rampung hingga sekarang. Periode “dunia yang damai” ini jauh lebih lama ketimbang jeda sekitar 20 tahun yang memisahkan PD I (1914-1918) dengan PD II.

Namun, di tengah dunia nan damai itu, sejatinya juga menyimpan bara yang tak bisa dianggap sebelah mata. Terpilihnya Donald Trump yang diiringi dengan kebijakan-kebijakan kontroversialnya membuat dunia semakin waswas. Terakhir, kebijakannya yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, seolah menyulut percikan ketegangan baru di antara dunia arab dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya. Di sisi lain, uji coba rudal Korea Utara yang kerapkali dilakukan di tengah kecaman negara-negara lain, seolah tidak hanya menjadi ancaman bagi seterunya melainkan juga berpotensi menjadi ancaman dunia.

Lantas, bagaimana menjaga optimisme bangsa menatap tahun 2018, di tengah politik dunia yang kian bergejolak? Di bidang politik luar negeri dan ekonomi, langkah apa yang diperlukan untuk meneguhkan posisi Indonesia di kancah pusaran persaingan dunia?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Enny Sri Hartati (Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Dinna Wisnu (pengamat Hubungan Internasional Unika Atmajaya). (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaJadi Tuan Rumah Asian Para Games 2018, Indonesia Target 5 Besar
Artikel selanjutnyaAgen Elpiji Disiapkan 24 jam Layani Masyarakat Selama Libur Akhir Tahun