Smartfren Siap Ikut Perangi Konten Hoax

Semarang, 92.6 FM-Berita atau informasi yang belum terbukti kebenarannya atau hoax, saat ini dengan mudahnya menyebar di jejaring internet. Bahkan, di media sosial, informasi hoax itu banyak ditemukan dan diakses sejumlah orang.

Untuk mencegah informasi palsu atau hoax itu, PT Smartfren Telecom mencoba melakukan filterisasi terhadap situs yang tidak penting dan kerap menyebarkan informasi bohong. Regional Head Smartfren North Central Java PT Smartfren Telecom Arinto Utama mengatakan, pihaknya juga menanggapi munculnya informasi-informasi bohong atau hoax di media sosial sekarang ini.

Menurutnya, informasi yang menyesatkan masyarakat itu memang harus difilter dan diblokir. Sehingga, pihaknya menggandeng mitra kerja dari pihak ketiga mencoba melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang dianggap tidak penting dan sering menyebar informasi hoax. Hanya saja, soal teknis pemblokiran itu menjadi kewenangan dari pihak ketiga yang ditunjuk, dan Smartfren hanya bertanggungjawab soal kelancaran akses data dari penggunanya.

”Kami sebagai provider berbendera Merah Putih, tentu ikut prihatin dengan munculnya berita-berita hoax sekarang ini dan meresahkan masyarakat pengguna internet. Salah satu upaya yang bisa kami lakukan, dengan memblokir situs-situs tidak penting yang ada di gadget Smartfren,” kata Arinto, Kamis (2/2).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah Priyo Suyono menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk menangkal berita bohong atau hoax yang saat ini banyak beredar melalui internet. Meski demikian, diakuinya mengenai langkah penutupan konten tertentu sulit dilakukan selama isi berita itu ada yang fakta dan ada yang hoax.

Kecuali, jelas Priyo, seluruh konten di dalam situs itu menyebarkan berita palsu, maka baru bisa ditutup situsnya. Hanya saja, yang memiliki wewenang adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika. (Bud)

Artikel sebelumnyaRuas Jalan Pahlawan Dari Mapolda Sampai Bundaran Air Mancur Ditutup
Artikel selanjutnyaSeberapa Serius Negara Menjamin Hak Pilih Warga Negaranya?