Dibangunkan Tempat Pengolahan Sampah, BI Inginkan Dieng Kembali Dikunjungi Wisatawan

Wonosobo, Idola 92.6 FM – Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Tengah membangun tempat pengolahan sampah, di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Tempat pengolahan sampah terpadu tersebut, selain untuk mengolah sampah rumah tangga atau sampah dari para wisatawan juga bisa digunakan sebagai sumber energi alternatif melalui hasil dari pengolahan sampah.

Kepala KPw BI Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan tempat pengolahan sampah terpadu tersebut, akan mengolah sampah organik menjadi sumber listrik terbarukan. Sedangkan untuk sampah nonorganik, akan diolah menjadi suvenir dan kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Menurutnya, bukan hanya membangun tempat pengolahan sampah terpadu saja, pihaknya juga membangun kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Yakni dengan menggandeng mahasiswa Poltekes Yogyakarta, untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar sadar menjaga kebersihan lingkungannya. Sebab, sebelum diberi penyuluhan tentang kebersihan, Dataran Tinggi Dieng penuh dengan sampah yang menumpuk.

blank
Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

“Kita memberikan bantuan untuk membangun pengolahan sampah. Itu nanti akan bisa mengolah sampah yang ada di lingkungan sekitar. Harapannya bisa jadi nilai tambah bagi masyarakat nanti,” kata Ponco di Wonosobo.

Sementara itu, Asisten Pembangunan Setda Wonosobo Sumaedi menambahkan, sampah yang paling banyak di Dieng adalah sampah anorganik. Di antaranya adalah botol plastik bekas minum, wadah makanan dan plastik pembungkus makanan ringan.

Dengan dibangun tempat pengolahan sampah terpadu tersebut, jelas Sumaedi, diharapkan bisa mengembalikan Dieng sebagai poros wisata Jateng.

“Kerja sama soal sampah itu kan sampai 2019 nanti dengan BI. Mudah-mudahan nanti bisa dilanjut dengan program berikutnya,” ujarnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPanwas Jepara Tak Mau Diajak Salam, Ganjar: Ada Yang Aneh, Kok Silaturahim Diputus
Artikel selanjutnyaPasar Saham di Semarang Menggeliat, Sehari Bisa Rp50 Miliar Transaksinya

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini