Tim Monitoring Elpiji Bersubsidi Tarik 81 Tabung 3 Kg Dari Pelaku Usaha Makanan di Wonosobo

Semarang, Idola 92.6 FM – Tim Monitoring Pengunaan elpiji bersubsidi menemukan 108 tabung elpiji tiga kilogram, yang dipergunakan para pelaku industri makanan berskala menengah di Kabupaten Wonosobo, kemarin. Petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di 11 lokasi usaha.

Staf Bagian Pengawas Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wonosobo Nourma mengatakan pihaknya terpaksa menarik 81 tabung elpiji ukuran tiga kilogram, yang ditemukan pada saat sidak di tempat industri makanan. Tabung-tabung elpiji ukuran tiga kilogram yang ditarik itu, lantas ditukar dengan tabung Bright Gas 5,5 kilogram.

“Kami mengajak para pelaku usaha, untuk melakukan penukaran tabung ke tabung nonsubsidi. Pelaku Usaha yang diperkenankan untuk menggunakan elpiji bersubsidi adalah pengusaha dengan omzet maksimal per hari Rp1 juta. Sehingga, sudah jelas bahwa pelaku usaha ini tidak bisa menggunakan elpiji bersubsidi,” kata Nourma dikutip dari rilis.

Sales Eksekutif LPG Rayon VIII Pertamina Ardian Dominggo Wiryosukarno menambahkan, lokasi sidak yang didatangi adalah dua usaha katering, satu toko makanan ringan dan delapan produaen carica kemasan.

Menurutnya, para pelaku usaha itu seharusnya sudah menggunakan elpiji nonsubsidi. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi tentang penukaran tabung elpiji bersubsidi ke tabung Bright Gas 5,5 kilogram.

“Kami memberikan secara gratis penukaran dua tabung elpiji tiga kilogram dengan satu tabung elpiji Bright Gas 5,5 kilogram. Saat kegiatan sidak ini, kami sudah memberikan 41 tabung elpiji 5,5 Kg dengan menukar 81 tabung elpiji tiga kilogram,” ujarnya.

Terpisah, Unit Manager Communication and CSR MOR IV Andar Titi Lestari menyatakan, dari kegiatan sidak tersebut, Kabupaten Wonosobo mampu melakukan penghematan kuota elpiji bersubsidi antara 28-37 tabung per hari. Sehingga, apabila dikalikan 30 hari, maka mampu menghemat antara 840 hingga 1.110 tabung elpiji tiga kilogram 3Kg.

“Kami kembali meminta kesadaran para pelaku usaha dan rumah tangga menengah, untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. Sehingga, kuota elpiji tiga kilogram bisa tepat digunakan sesuai peruntukannya bagi rumah tangga kategori miskin dan UMKM,” jelas Andar. (Bud)

Artikel sebelumnyaTPS Pemilu 2019 di Jateng Naik 2 Kali Lipat Dibanding Pilgub 2018
Artikel selanjutnyaKekeringan Meluas, Areal Pertanian Terancam Puso

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini