Program Rumah Sakit Tanpa Dinding Dekatkan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat

Semarang, Idola 92.6 FM – Program rumah sakit tanpa dinding (RSTD) merupakan program unggulan dari Gubernur Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin, saat kampanye di Pilgub 2018 kemarin. Program tersebut, saat ini sedang diaplikasikan Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sunaryo mengatakan masyarakat harus memeroleh edukasi, selain pelayanan kesehatan. Sehingga, perlu ada penyeimbang kewajiban untuk memeroleh hak-haknya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi sangat dibutuhkan karena lintas rumah sakit.

Sunaryo menjelaskan, karena bersinggungan dengan masyarakat semakin kuat, maka dimensi social sklill dan etika serta budaya juga menjadi sangat penting. Termasuk, penyuluhan sampai pemeliharaan kesehatan pasien setelah mendapat pelayanan dari rumah sakit.

“Untuk mewujudkan rumah sakit tanpa dinding apa saja yang dibutuhkan? Unsur-unsur yang diperlukan untuk mewujudkan rumah sakit tanpa dinding sebenarnya sudah komplit. Tetapi bagaimana pengambil kebijakan nasional, presiden dan semua organisasi terkait serta pemprov itu mendukung,” kata Sunaryo di selal diskusi “Implementasi Program Rumah Sakit Tanpa Dinding di Jateng” di Kantor Bappeda Jateng, Senin (27/5).

Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Saraswati menambahkan, pada prinsipnya bahwa sekarang ini sistem pelayanan kesehatan sudah dilaksanakan sampai akhir RPJMN ketiga 2019. Namun demikian, dalam pelaksanaannya tetap harus diperhatikan mutu dan pelayanan kesehatan. Sehingga, RSTD diharapkan juga bisa lebih proaktif.

“Bahwa memang kebutuhan dasar dari masyarakat itu harus bisa terpenuhi, dan memang yang diharapkan pada 2019 ini bisa universal health coverage. Jadi, rumah sakit tanpa dinding ini pun juga sebagai salah satu upaya bagaimana mendekatkan pelayanan,” ujar Saraswati.

Sementara, Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, RSTD berkomitmen menyelesaikan persoalan kesehatan dengan melakukan pendekatan dari hulu hingga hilir.

“Jadi, rumah sakit tanpa dinding itu arahnya juga ke sini, tidak ke mana-mana. Arahnya selalu paling tidak delapan program prioritas itu terpenuhi. Yaitu menurunkan angka kematian, dan kesakitan serta meningkatkan derajat gizi masyarakat,” ucap Yulianto.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, RSTD akan mensinergikan semua sektoral dan semua wilayah di Jateng. Sehingga, tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jateng bisa tercapai. (Bud)

Artikel sebelumnyaPuncak Arus Mudik Lebaran 2019 Diprediksi Akan Terjadi Pada 31 Mei
Artikel selanjutnyaLebaran, Masyarakat Tetap Bisa Peroleh Layanan Kesehatan di FKTP
Wartawan senior Radio Idola Semarang.