Bagaimana Mendorong UMKM Menjadi “Hero” dalam Dunia Nyata, bukan Hanya Heboh di Dunia Fiksi dan Narasi?

Semarang, Idola 92.6 FM-Sudah begitu lama usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi layaknya hero atau superhero di dalam dunia fiksi dan narasi. Dari mulai politisi hingga sejumlah korporasi yang kebanyakan kurang sepadan dengan kenyataan. Misalnya saja—dana CSR yang sering dibanggakan sejumlah perusahaan besar yang dikabarkan untuk membimbing UMKM binaannya, seberapa jaug telah berhasil memajukan atau meningkatkannya?

Apalagi hari ini, UMKM tak lagi  sehebat hero sebagaimana reputasinya pada saat Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998. Karena sekarang ini, di antara keruntuhan ekonomi akibat Pandemi, justru UMKM lah yang menjadi penderita utama.

Karena itulah, terkini, pemerintah menjamin kredit modal kerja untuk UMKM hingga Rp100 triliun sampai tahun 2021. Penjaminan ini diharapkan mendorong penyerapan anggaran stimulus yang masih rendah sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sejauh ini, anggaran pemulihan ekonomi untuk sektor UMKM dialokasikan  Rp123,46 triliun. Anggaran itu antara lain untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi, belanja imbal jasa penjaminan, penjaminan untuk modal kerja, Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM ditanggung pemerintah dan pembiayaan investasi melalui koperasi.

Program ini merupakan kredit modal kerja dari pemerintah. Itu artinya selaku regulator pemerintah mengucurkan dana dan operatornya adalah perbankan.

aka, bagaimana mengawal agar aliran dana ini betul-betul lancar dan sampai pada ke tangan UMKM– mengingat sudah terlalu lamanya UMKM berada di dunia fiksi dan narasi? Bagaimana kita  nyengkuyung agar ini berjalan efektif? Bagaimana mendorong UMKM agar betul-betul menjadi “hero” dalam dunia nyata, bukan hanya di dunia fiksi dan narasi? Bagaimana  agar kebijakan terkait UMKM dapat terorkestrasi dengan baik?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Amin Ak (Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS) dan Enny Sri Hartati (Ekonom Senior  Institute for Development Of Economics and Finance (INDEF)). (her)

https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Amin-Ak–Anggota-Komisi-VI-DPR-RI-dari-Fraksi-PKS-eggdsb

https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Enny-Sri-Hartati–Ekonom-Senior-Institute-for-Development-Of-Economics-and-Finance-INDEF-eggdtv

Artikel sebelumnyaMenyoal Efektivitas Rapid Test yang Menjadi Komoditas Dagang
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Minta Setiap Rumah Sakit di Semarang Raya Tambah Ruang ICU