BNPB Targetkan 2 Ribu Orang Semarang Jadi Agen Perubahan Perilaku

Lilik Kurniawan
Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB.

Semarang, Idola 92,6 FM – BNPB menargetkan ada dua ribu orang di Kota Semarang menjadi agen perubahan perilaku, lewat pembukaan Pos Gabungan Pencegahan COVID-19 yang bertempat di kampus Unnes. Para relawan agen perubahan itu, nantinya akan bekerja mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan para relawan yang akan dibentuk menjadi agen perubahan itu, nantinya akan dibekali materi-materi tentang penanganan dan pencegahan penularan virus Korona. Dari dua ribu calon relawan itu akan dibagi menjadi empat kelas, dan setiap harinya ditargetkan sudah terbentuk 200 agen perubahan perilaku.

Lilik menjelaskan, dengan adanya agen perubahan perilaku itu diharapkan bisa menekan penularan dan penyebaran virus Korona. Sebab, di Indonesia angka penularan COVID-19 setiap harinya masih di atas angka tiga ribuan kasus.

Menurutnya, keberadaan dari agen perubahan perilaku ini sangat dibutuhkan untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya penularan COVID-19. Sehingga, tugasnya tidak hanya mengingatkan soal pemakaian masker saja tapi juga hal lainnya.

“Meluncurkan Pos Gabungan Pencegahan COVID-19 yang ada di Jawa Tengah. Pos ini menjadi bagian dari satgas yang ada di Jawa Tengah, bukan berdiri sendiri. Pos ini dibentuk dengan dukungan dari satgas nasional, yang dalam hal ini adalah ketua bidang relawan. Tujuannya adalah mengajak relawan-relawan yang ada di Semarang Raya, untuk menjadi agen perubahan perilaku terkait dengan penularan COVID-19,” kata Lilik, kemarin.

Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB:

Lilik lebih lanjut menjelaskan, program agen perubahan perilaku ini menyasar 10 provinsi di Indonesia. Terutama, yang memiliki zona merah cukup banyak. Di antaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Beberapa daerah yang sudah kita intervensi, angka kasus penularannya mulai menurun. Selain itu, jumlah zona merahnya juga ikut berkurang,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Jateng Tambah Tempat Tidur di Rumah Sakit
Artikel selanjutnyaPelaksanaan Sekolah Polisi Harus Penuhi Standar Protokol Kesehatan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini