Desa Sidogemah Baru Ada 135 Bidang Terbayarkan

Spanduk Protes Warga Sidogemah
Warga Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Demak memasang spanduk bertulis protes dan tuntutan tentang ganti untung pembayaran proyek jalan tol Semarang-Demak.

Semarang, Idola 92,6 FM – Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menjadi salah satu desa yang terkena proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Namun, masih banyak bidang tanah di desa itu belum tuntas proses pembayaran ganti untungnya.

Kepala Desa Sidogemah Khanafi mengatakan pihaknya sudah menyampaikan aspirasi dari warganya itu, terkait dengan proses ganti untung yang dipermasalahkan. Karena, sejak sosialisasi yang dilakukan pelaksana proyek pada Desember 2019 belum terlaksana.

Menurutnya, pada tahap pertama kemarin ada 107 orang warganya menerima ganti untung dan berikutnya menyusul ada 28 warga.

Khanafi menjelaskan, setiap lahan tanah yang terkena proyek jalan tol mendapat ganti untung antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per meter persegi. Informasi yang diterima, pemerintah menyediakan anggaran Rp300 miliar untuk membayar lahan milik warga yang lahannya terkena proyek jalan tol.

“Di Desa Sidogemah itu ada 514 bidang lahan, yang terkena proyek jalan tol. Tapi, yang sudah dibebaskan dan dibayarkan, ada 135 bidang lahan. Kontraktor hanya merobohkan rumah atau bangunan, yang memang sudah dibayarkan ganti untungnya. Tapi, dari bangunan yang dirobohkan itu menimbulkan persoalan baru bagi warga lainnya. Terutama debu dan batu-batu sisa bangunan, menutup saluran air,” kata Khanafi, kemarin.

Lebih lanjut Khanafi menjelaskan, karena banyak warga yang belum terbayarkan atau tidak terima dengan besaran ganti untung lahannya memilih memasang spanduk atau baliho di depan rumahnya. Rerata bernada protes, dan meminta transparansi pembayaran. (Bud)

View this post on Instagram

#videoliputan #sidogemah Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten #Demak menjadi salah satu desa yang terkena proyek pembangunan jalan #tolsemarangdemak . Namun, masih banyak bidang tanah di desa itu belum tuntas proses pembayaran ganti untungnya. ' Kepala Desa Sidogemah Khanafi mengatakan pihaknya sudah menyampaikan aspirasi dari warganya itu, terkait dengan proses ganti untung yang dipermasalahkan. Karena, sejak sosialisasi yang dilakukan pelaksana proyek pada Desember 2019 belum terlaksana. ' Menurutnya, pada tahap pertama kemarin ada 107 orang warganya menerima ganti untung dan berikutnya menyusul ada 28 warga. ' Khanafi menjelaskan, setiap lahan tanah yang terkena proyek jalan tol mendapat ganti untung antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per meter persegi. Informasi yang diterima, pemerintah menyediakan anggaran Rp300 miliar untuk membayar lahan milik warga yang lahannya terkena proyek jalan tol. ( Video oleh @kompolaries ) ' Selengkapnya kunjungi www.radioidola.com _ #video #beritaterkini #news #newsupdate #demowarga #jalantol

A post shared by Radio Idola Semarang (@radioidolasmg) on

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini