Ditlantas Polda Jateng Catat Ada Penurunan Angka Laka Lantas Selama Pandemi

Kombes Pol Rudy Syafirudin (kiri)
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafirudin (kiri) saat menerima penghargaan di Lawang Sewu, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah selama masa pandemi, terjadi penurunan hingga 13 persen dibanding sebelum terjadi pandemi. Penyebab penurunan, bisa jadi karena adanya kebijakan pembatasan kegiatan dan aturan bekerja dari rumah atau sekolah daring.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafirudin mengatakan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jateng, memang diakui ada kaitannya dengan berkurangnya aktivitas masyarakat di jalan raya. Sehingga, memengaruhi pergerakan kendaraan yang melintas di jalan berkurang drastis.

Rudy menjelaskan, penurunan angka kecelakaan lalu lintas itu juga merupakan usaha kolektif bersama stakeholder terkait dan tertibnya pengguna kendaraan di jalan.

Menurutnya, data pada semester pertama 2020 terjadi kasus kecelakaan sebanyak 10.841 kejadian. Sedang pada semester pertama tahun sebelumnya, terjadi 12.487 kasus kecelakaan lalu lintas.

“Lalu lintas selama pandemi secara umum di Jawa Tengah, masih dalam keadaan lancar. Untuk angka laka lantasnya menurun selama pandemi. Untuk Jawa Tengah, saya rasa aktivitasnya menurun tapi tidak terlalu tajam seperti yang ada di DKI Jakarta. Kami harapkan ini semua turun. Kalau semakin turun berarti kesadaran hukum masyarakat semakin tinggi, tapi kalau semakin naik maka kesadaran masyarakat rendah,” kata Rudy, kemarin.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, untuk korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan hingga 18 persen. Dari 2.093 jiwa di semester pertama 2019, menjadi 1.725 jiwa di semester pertama 2020.

“Kami dari jajaran kepolisian tetap akan berusaha, untuk mencari solusi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Serta, mengurangi tingkat fatalitas korban meninggal dunia,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaTim UGM Berinovasi Bikin “GeNose”, Alat Deteksi Covid-19 dengan Embusan Napas
Artikel selanjutnyaKuasa Hukum FN Ajukan Perlindungan Hukum ke Polda Jateng