Kondisi Merapi Terkini Terus Terjadi Aktivitas Vulkanik Tiap Hari

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat pos pemantauan Gunung Merapi

Semarang, Idola 92,6 FM-Gunung Merapi saat ini terus terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, dan dapur magma terus berproses. Sehingga, Merapi sewaktu-waktu bisa memuntahkan isinya. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah meminta seluruh kabupaten/kota di sekitar Gunung Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan saat ini status Gunung Merapi adalah Waspada, dan masih dalam kondisi terkendali. Namun, dengan peningkatan aktivitas vulkanik mencapai 0,5 sentimeter setiap harinya.

Ganjar menjelaskan, dengan kondisi Merapi saat ini masyarakat yang tinggal di sekitarnya harus terus meningkatkan kewaspadaan. Warga diperbolehkan beraktivitas di sekitar lereng Merapi dalam radius tiga kilometer.

Menurutnya, para bupati/wali kota yang wilayahnya dekat dengan Merapi diimbau bisa memberi sosialisasi kepada warganya lewat kepala desa dan personel BPBD dibantu relawan Tagana.

“Kalau secara keseluruhan, kita sudah mendapat penjelasan cukup bagus dari teman-teman Badan Geologi. Sudah dijelaskan kondisi Merapi dari seluruh stasiun pengamatan. Intinya, Merapi itu perutnya lagi membengkak. Artinya apa? Kalau lagi membengkak ada gerakan di dalamnya. Kemungkinan dari magma itu sendiri. Apakah bisa gas atau material. Maka, posisinya adalah waspada tetep bisa bekerja tetapi tidak boleh berada dalam radius tiga kilometer dari puncak,” kata Ganjar, Kamis (9/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, ada tiga wilayah yang dianggap rawan dan cukup dekat dengan Gunung Merapi jika erupsi. Yakni Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten. Oleh karena itu, masyarakatnya harus dilatih simulasi evakuasi jika Merapi mengalami erupsi.

“Latihan evakuasi harus dilakukan secepatnya, bagaimana cara mengungsi dan memastikan shelternya baik. Shelter baik itu ya sesuai protokol kesehatan. Evakuasinya tidak hanya manusianya saja, tapi juga hewan ternak ikut dilibatkan. Biasanya, manusianya dievakuasi tapi ternaknya masih di rumah itu membuat warga kembali ke rumah karena tidak nyaman ninggal ternaknya,” pungkasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaTelur dan Daging Ayam Ras Picu Inflasi di Jateng
Artikel selanjutnyaTingkatkan Konsumsi Makan Ikan, Polda Jateng Berdayakan Lahan Kosong Jadi Kolam