Pedagang Kue Kering Mengeluh Sepi Pesanan

Semarang, Idola 92,6 FM-Biasanya, di masa Lebaran menjadi berkah bagi pedagang kue kering meraup untung. Namun, Lebaran tahun ini para pedagang kue kering mengeluh karena pesanan berkurang lebih dari 50 persen. Hal itu dibenarkan pedagang kue kering, Sri Ambarwati yang sudah berjualan sejak 10 tahun lalu.

Menurutnya, kondisi sekarang ini membuat sulit berproduksi dan tidak banyak pesanan yang masuk. Ambar menjelaskan, biasanya menjelang Lebaran selalu ramai dan kebanjiran pesanan kue kering dari masyarakat. Namun sekarang, sudah tidak banyak pesanan dan harga bahan baku mahal.

“Pesanan menurun banyak, sebelum Korona pesanan banyak tapi saat ini mulai berkurang. Tapi, masih ada yang beli. Biasanya Lebaran itu banyak pesanan, nastar bisa tiga kuintal dan lidah kucing sampai 1,5 kuintal,” kata Ambar, Kamis (28/5).

Kondisi yang sama juga dikatakan Sumani, pedagang kue kering lainnya di wilayah Kabupaten Semarang. Sumani menyebutkan, banyak pesanan yang kemudian dibatalkan calon pembeli sebelum masuk Ramadan.

“Terus terang omzet berkurang, karena yang pesan sejak ada Korona itu terus dicancel. Jadi, yang biasanya sebelum Korona bisa dapat Rp20 juta sekarang separuh saja tidak sampai,” ujar Sumani.

Lebih lanjut Sumani menjelaskan, bantuan yang diberikan Pemprov Jateng terhadap para pedagang kue kering berupa bahan baku sangat bermanfaat. Bantuan-bantuan berupa tepung, gula pasir, telur dan kebutuhan lainnya itu bisa dipakai untuk kembali berproduksi membuat kue kering. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaAngka Kriminalitas Di Semarang Terkendali Selama Bulan Ramadhan
Artikel selanjutnyaSeluruh Pengurus Tempat Ibadah di Jateng Masih Terapkan Protokol Kesehatan
Jurnalis senior dan koordinator liputan Radio Idola Semarang.