Pelaku Usaha Ritel Siap Dukung Kenormalan Baru Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Gubernur Ganjar Pranowo melihat kesiapan pengelola mal Queen City dalam melakukan uji coba protokol kesehatan

Semarang, Idola 92,6 FM-Meskipun Jawa Tengah belum mengumumkan soal kebijakan kenormalan baru, namun sejumlah pelaku bisnis ritel mencoba melakukan simulasi tentang penerapan kenormalan baru sesuai protokol kesehatan. Sehingga, bisnis dan perekonomian tetap bisa berjalan dengan baik sesuai protokol yang telah ditetapkan.

Vice President Kawan Lama Corporate Dasep Suryanto mengatakan pihaknya mencoba menerapkan protokol kesehatan, untuk menyambut kenormalan baru di tengah pandemi COVID-19. Salah satu langkahnya, dengan memastikan karyawan maupun konsumen yang datang semuanya dalam keadaan aman dan sehat.

Dasep menjelaskan, pihaknya sebagai pengelola mal Queen City juga melakukan pembatasan jumlah karyawan yang bekerja jangan sampai banyak berkerumum. Termasuk, pembatasan jumlah kunjungan konsumen yang datang berbelanja tidak lebih dari 50 persen dari total kapasitas kunjungan.

“Jawa Tengah sangat konsisten bagaimana kesehatan tetap terjaga, namun di sisi lain denyut ekonomi tetap berjalan. Ini hal yang sangat bagus, karena kita memang komitmen di samping kesehatan juga ekonomi harus jalan. Memang betul-betul bagaimana dipastikan protokol harus dijalankan, termasuk kita juga lihat aturan yang dikeluarkan Jawa Tengah dan Kota Semarang itu sangat inline,” kata Dasep, Rabu (24/6).

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo yang melihat simulasi protokol kesehatan di mal Queen City mengaku, semua pengusaha bisnis ritel bisa membaca situasi yang belum sepenuhnya membaik. Membuka pusat perbelanjaan dibolehkan, asal bisa melakukan pembatasan jumlah kunjungan konsumen dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Mereka mau uji coba kenormalan baru, mudah-mudahan bisa disimulasikan dengan baik. Sehingga, nanti konsumen yang masuk akan bisa menaati aturan. Bisnis bisa lancar, kebutuhan masyarakat terpenuhi dan orang belanja tidak rumit. Tapi, semua mesti sadar diri bahwa kondisinya belum baik,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, apabila semua pengelola pusat perbelanjaan ataupun pemilik usaha ritel bisa melakukan kontrol ketat, maka perekonomian tetap bisa berjalan dengan baik. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaDPMPTSP Jateng Minta Investor Gandeng UMKM Sebagai Mitra Bisnis
Artikel selanjutnyaSemester Awal 2020, Pengadilan Agama Semarang Terima 1.500 Lebih Gugatan Cerai  

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini