Pemkab Magelang Siapkan 7 Protokol Kesehatan di Candi Borobudur

Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau kesiapan pembukaan Candi Borobudur di tengah pandemi

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemkab Magelang bersama Taman Wisata Candi Borobudur sudah mendapat izin dari Pemprov Jawa Tengah, untuk membuka kawasan wisata tersebut. Oleh karena itu, Pemkab Magelang menyusun tujuh syarat protokol kesehatan yang harus dipatuhi para pengunjung Candi Borobudur.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk membuka kembali obyek wisata Candi Borobudur sudah disusun, mulai dari pintu gerbang sampai dengan anak tangga pertama candi terbesar di Indonesia itu. Yakni mulai dari penyemprotan cairan desinfektan di seluruh badan mobil pengunjung, hingga sebelum masuk areal candi pengunjung diwajibkan masuk bilik antiseptik secara teratur berjarak.

Zaenal menjelaskan, pengaturan jaga jarak tidak hanya di pintu masuk areal candi saja tetapi juga di dalam kamar mandi kompleks Candi Borobudur. Semuanya disiapkan dengan teliti, dan menjadi kewajiban seluruh pengunjung untuk mematuhi.

“Kami sedang menyiapkan dalam minggu ini, untuk standar kenormalan baru itu. Ada tujuh syarat yang sedang kita siapkan, dan nanti itu harus dipenuhi. Tentunya, kita akan memenuhi apa yang dari Dinas Kesehatan persyaratkan tentang zona merah, kuning dan hijau. Sehingga, kami akan memberikan rekomendasi dengan pembatasan kunjungan,” kata Zaenal, Sabtu (13/6).

Lebih lanjut Zaenal menjelaskan, jika protokol kesehatan dipatuhi seluruh pengunjung bukan tidak mungkin akan menjadi contoh bagi destinasi yang lain.

Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur Edy Setijono menambahkan, untuk pelaksanaan uji coba pembukaan kawasan wisata itu nantinya setiap hari menerima lima ribu pengunjung. Jumlah itu, hanya 20 persen dari total keseluruhan pengunjung harian di waktu normal sebelum ada pandemi.

“Tapi kita tidak mulai dari 50 persen, dari 20 persen bertahap ke 30 persen dan seterusnya. Paling banyak sekitar lima ribu pengunjung, itu maksimalnya. Nanti itu akan kita uji coba dulu, paling tidak kenormalannya berjalan dengan baik. Itu harapan kita,” ujar Edy.

Edy menyebutkan, keberhasilan dari pelaksanaan uji coba pembukaan kembali kompleks Candi Borobudur itu bergantung dari kepatuhan para pengunjung untuk taat pada protokol kesehatan. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaKementerian PUPR Serahkan Rp44 Triliun ke Negara Untuk Tangani COVID-19
Artikel selanjutnyaPertamina Tetap Jalankan Protokol Kesehatan di SPBU Di Masa Transisi New Normal