Tangani Pasien Korona, Polda Jateng Siapkan 36 Kamar Isolasi di RS Bhayangkara

Kapolda Jateng
Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel menyiapkan satu lantai khusus di RS Bhayangkara sebagai tempat penanganan pasien COVID-19.

Semarang, Idola 92,6 FM – RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah menyiapkan satu lantai, khusus untuk menangani pasien positif COVID-19. Hal itu dilakukan, untuk ikut membantu pemprov dalam menyediakan ruang isolasi bagi pasien positif Korona.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng, dalam upaya ikut membantu penanganan dan penanggulangan pandemi Korona. Pihaknya juga siap menangani pasien positif COVID-19, dengan menyiapkan ruang isolasi di RS Bhayangkara Semarang.

Rycko menjelaskan, dalam satu lantai yang disiapkan itu terdapat 36 kamar isolasi bagi pasien COVID-19. Selain itu, fasilitas kesehatan juga sudah dipersiapkan, untuk mendukung penanganan medis terhadap pasien positif Korona.

“RS Bhayangkara Polri juga disiapkan. Kami menyiapkan satu lantai khusus dengan 36 kamar rawat inap. Kamar yang disiapkan itu, untuk mendukung pemprov dalam isolasi pasien COVID-19. CSR RS Bhayangkara Polri dengan membagikan sabun cuci tangan, masker dan hand sanitizer. Khusus untuk hand sanitizer, RS Bhayangkara Polri membikin sendiri dan dibagikan kepada anggota polisi dan masyarakat,” kata kapolda, kemarin.

Lebih lanjut Rycko menjelaskan, pihaknya juga telah memerintahkan Direktorat Reserse Krimsus dan Direktorat Reserse Krimum Polda Jateng untuk memantau dan mengawasi pendistribusian produk farmasi. Terutama pembuatan masker dan cairan antiseptik, sehingga produk-produk itu benar sampai ke pasaran.

“Saya sudah perintahkan anggota di lapangan, untuk memantau barang-barang yang dibutuhkan masyarakat mudah didapat. Jangan lagi ada aksi penimbunan,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaSelama Pandemi Corona, Cairan Disinfektan Marak Digunakan dan Disemprotkan pada Manusia, Amankah?
Artikel selanjutnyaPemprov Minta Masyarakat Jateng Jangan Beri Stigma Negatif Korban COVID-19