Urgensi Pembelajaran Berbasis Kolaborasi Antarbidang dan Profesi, UNW Gelar Seminar IPE

Seminar Inter Professional Education
Rektor UNW, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum (tengah) menyerahkan cinderamata kepada narasumber A. Fahmy Arif Tsani, S.Gz., M.Sc., RD dalam seminar IPE di The Wujil Resort & Convention, Kamis (30/1/2020). (photo: ungarannews)

Semarang, Idola 92.6 FM – Kolaborasi antar bidang dan profesi tenaga kesehatan merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Melalui praktik kolaborasi ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan dan dapat memberikan hasil pelayanan kesehatan secara optimal.

Demikian mengemuka dalam “Seminar Inter Professional Education (IPE) sebagai Bentuk Kolaboratif di Bidang Pendidikan Kesehatan Dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Sehat,” yang digelar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran, Kamis (30/01/2020) di The Wujil Resort & Convention Bergas Ungaran. Acara diikuti oleh seluruh staf dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UNW dengan pembicara A Fahmy Arif Tsani (Tim Pengembang Program IPE Universitas Diponegoro).

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Heni Setyowati, mengemukakan, praktik kolaborasi antarbidang dan profesi perlu dituangkan ke dalam sebuah bentuk pendidikan formal yakni berupa Inter Professional Education (IPE). IPE dapat diartikan sebagai suatu pelaksanaan pembelajaran yang diikuti dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan kolaborasi serta kualitas pelayanan dan pelaksanaannya dapat dilakukan dalam semua pembelajaran baik di tahap sarjana maupun tahap pendidikan klinik untuk menciptakan tenaga kesehatan yang profesional.

Menurut Heni, IPE ini memiliki banyak manfaat dalam dunia pendidikan kesehatan. Berbagai profesi kesehatan yang dilahirkan melalui IPE diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai profesionalitas masing-masing profesi kesehatan yang berbasis kolaborasi. “Di lain sisi, IPE tidak akan berjalan lancar jika tidak didukung oleh SDM pendidik, kurikulum, fasilitas dan antusias mahasiswa di dalamnya,” ujar Heni dalam siaran persnya, kepada www.radioidola.com.

Berdasar latar belakang tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo menginisiasi kegiatan pembelajaran berbasis IPE yang nantinya akan diterapkan kepada mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan UNW. “Tujuannya nanti dapat menyusun konsep pembelajaran serta penerapannya di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan UNW,” tuturnya.

Ia menjelaskan, maksud dan tujuan diselengarakannya seminar ini antara lain meningkatkan pengetahuan tentang pengertian, maksud dan tujuan kegiatan pembelajaran berbasis IPE termasuk di dalamnya strategi pembelajaran berbasis IPE dalam capaian pembelajaran pada kurikulum di tiap-tiap Program Studi. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang gambaran tata kelola program IPE sekaligus dapat menyusun konsep program berbasis IPE yang dapat diterapkan di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan UNW.

“Kami berharap, para peserta dapat menyusun kurikulum capaian pembelajaran untuk kemudian dapat merancang mata kuliah khusus yang mendukung program IPE ini,” katanya.

Sementara itu, Rektor UNW Prof Dr Subyantoro, menyatakan, dosen di lingkungan UNW harus siap dengan segala perubahan termasuk di dalamnya penerapan IPE dalam proses pembelajaran di UNW. (her)

Artikel sebelumnyaMencermati Plus Minus Kebijakan Kampus Merdeka
Artikel selanjutnyaRealisasi Investasi Jateng 2019 Capai Rp59,50 Triliun

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini