Bandara Ahmad Yani Rangkul Kampung Jawi Guna Tarik Wisatawan ke Semarang

Bantuan ke pengelola Kampung Jawi
GM Bandara Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto (dua dari kiri) menyerahkan bantuan ke pengelola Kampung Jawi.

Semarang, Idola 92,6 FM – Guna menggairahkan dan menarik wisatawan datang Kota Semarang, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani menggandeng Kampung Jawi sebagai mitra binaan. Sehingga, wisatawan semakin tertarik untuk mengunjungi Kota Semarang.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Hardi Ariyanto mengatakan pihaknya berupaya membantu Pemkot Semarang, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di masa pandemi COVID-19. Pernyataan itu dikatakannya di sela penyerahan CSR ke pengelola Kampung Jawi, Rabu (10/11) malam.

Hardi menjelaskan, untuk menarik wisatawan datang ke Kota Semarang itu pihaknya menyerahkan CSR sebesar Rp50 juta guna pembelian seperangkat alat gamelan. Alat gamelan itu, nantinya menjadi pelengkap dalam menyambut wisatawan yang datang ke Kampung Jawi.

Menurutnya, hal itu merupakan salah satu pilar utama dari pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisatan.

“Merupakan kampung tematik yang memang harus kita angkat, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sini. Ini merupakan satu kebudayaan lokal yang harus kita angkat, khas kedaerahan itu yang kita angkat. Sehingga, ini yang kemarin saya tentukan bahwa kampung tematik ini harus kita dukung. Dari keberadaan bandara, kita punya dana CSR yang harus kita salurkan,” kata Hardi.

Hardi Ariyanto, GM Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani:

Lebih lanjut Hardi menjelaskan, saat ini sudah ada tiga kampung tematik di Kota Semarang yang menjadi mitra binaan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Yakni Kampung Batik, Kampung Jadul dan Kampung Jawi.

Sementara itu Pengelola Kampung Jawi Siswanto menjelaskan, pihaknya memang membutuhkan alat gamelan sebagai penambah sarana untuk menyambut para tamu yang datang. Sebelumnya, setiap ada tamu atau wisatawan datang pihaknya selalu menyewa alat gamelan.

“Kita nguri-uri budaya ya. Kita kan punya ikon, dan kita memang perlu punya alat gamelan. Karena kita juga sering mengadakan atraksi seni budaya, dan alat gamelan tentu sangat dibutuhkan,” ujar Siswanto.

nantinya akan melatih anak-anak di Kampung Jawi belajar gamelan. Harapannya, seni gamelan terus dimainkan di Kampung Jawi dan menambah semarak ketika menyambut kedatangan wisatawan. (Bud)

Artikel sebelumnyaBI Optimalkan Kantor Perwakilan di Luar Negeri Mencari Investor Potensial
Artikel selanjutnyaCegah Kepala Daerah Korupsi, KPK Usulkan Biaya Kampanye Dibebankan Negara

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini