Bayi Kembar Siam Asal Kabupaten Semarang Terus Dipantau Kondisinya

Bayi kembar siam di RSUD dr Moewardi Solo
Gubernur Ganjar Pranowo saat "tilik" bayi kembar siam di RSUD dr Moewardi Solo.

Semarang, Idola 92,6 FM – RSUD dr Moewardi Solo terus melakukan pemantauan terhadap bayi kembar siam asal Kabupaten Semarang, Arka dan Arya. Keduanya sempat viral, dan dilaporkan ke akun Twitter milik Gubernur Ganjar Pranowo.

Dokter anak sekaligus Neonatologis dr Dwi Hidayah mengatakan saat ini usia bayi kembar siam itu 20 hari, dan dalam keadaan sehat serta stabil. Pernyataan itu dikatakan saat menerima kunjungan Gubernur Ganjar Pranowo ke RSUD dr Moewardi Solo, belum lama ini.

Dwi menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menunggu kondisi bayi kembar siam itu memungkinkan untuk dilakukan CT-Angiografi. Tujuannya, untuk melihat organ dalam dari kedua bayi tersebut.

Menurutnya, RSUD dr Moewardi Solo sudah memiliki pengalaman menangani bayi kembar siap.

“Bayinya stabil, dua-duanya stabil. Alhamdulillah saat lahir pun bayinya bugar dua-duanya. Jadi, mudah-mudahan nanti menunggu sampai dengan dua bulan untuk dilakukan CT-Angiografi itu semuanya lancar. Harapannya sih organ, dalamnya bisa dipisahkan seperti itu. Jadi, nanti kita akan home visit. Kita rencanakan setiap pekan. Nanti saat sudah layak untuk dilakukan CT-Angiografi akan kita bawa ke sini untuk CT-Angiografi,” kata Dwi.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, tim medis saat ini juga sedang menyiapkan penanganannya apabila keadaan sudah memungkinkan. Harapannya, semua bisa berjalan lancar dan sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, untuk pembiayaan terhadap tindakan medis bayi kembar siam itu telah dicari skemanya. Bahkan, pemprov juga siap memberikan bantuan.

“Nanti soal skem pembiayaannya, Insya Allah kita akan carikan. Dan dugaan saya, akan banyak warga Jawa Tengah yang akan membantu,” ujar Ganjar. (Bud)

Artikel sebelumnyaLuncurkan Program KEJAR, Karier.mu Dukung Masyarakat Asah Potensi
Artikel selanjutnyaKemenkes Terus Mendorong WNA dan WNI Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini