Desa dan Kelurahan Diminta Dukung Gerakan Jateng di Rumah Saja

Rapat evaluasi penanganan COVID-19
Gubernur Ganjar Pranowo berdiskusi dengan personel BPBD Jateng dan anggota TNI/Polri dalam rapat evaluasi penanganan COVID-19, belum lama ini.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah menetapkan gerakan Jateng di rumah saja, akan dilaksanakan pada 6-7 Februari 2021 besok. Seluruh masyarakat diminta partisipasinya, guna mendukung upaya tersebut untuk memutus penularan COVID-19.

Pelaksana tugas Sekda Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan 35 sekda kabupaten/kota, untuk meminta masukan dan tanggapan berkaitan gerakan Jateng di rumah saja selama dua hari. Hasilnya, sebagian besar menyetujuinya dan siap untuk melaksanakannya.

Menurutnya, surat edaran yang berkaitan dengan gerakan Jateng di rumah saja akan disiapkan dan diedarkan kepada seluruh pemkab/pemkot di provinsi ini.

Prasetyo juga meminta kepada perangkat desa/kelurahan yang ada di Jateng untuk ikut mendukung dan mengawasi aktivitas masyarakat selama dua hari. Bahkan, program Jogo Tonggo juga bisa disinergikan untuk membantu masyarakat selama dua hari berada di rumah.

“Jadi akan bisa melihat aktivitas yang ada di wilayahnya, RT dan RW-nya itu kan tahu. Jawa Tengah di rumah saja itu juga harus mengikutkan lembaga desa dan kelurahan, itu penting. Karena, yang terdepan itu mereka,” kata Prasetyo, kemarin.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo meminta gerakan di rumah saja selama dua hari, bisa dilaksanakan masyarakat Jateng secara serentak. Melalui pelaksanaan Jateng di rumah saja, diharapkan juga bisa memunculkan kesadaran kepada masyarakat.

Menurut Ganjar, pelaksanaan Jateng di rumah saja bisa berhasil dan efektif menekan penularan COVID-19 apabila mendapat dukungan dari masyarakat.

“Maka kita minta partisipasi dari masyarakat, yuk kita di rumah saja. Hanya dua hari saja. Nah tempat-tempat keramaian, itu pariwisata dan toko serta pasar kita istirahat dulu. Nanti yang pasar-pasar kesempatan kita semprot semuanya, biar sekalian bersih dan tempat pariwisata juga tapi ditutup dulu,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, gerakan Jateng di rumah saja menjadi respon pemprov terhadap statement Presiden Joko Widodo yang menyebutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sejak 11 Januari 2021 kemarin belum menunjukkan hasil. Sehingga, dengan gerakan Jateng di rumah saja selama dua hari akan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penurunan angka COVID-19. (Bud)

Artikel sebelumnyaAwal Tahun Polda Jateng Ungkap 192 Kasus Narkoba
Artikel selanjutnyaAsosiasi Pedagang Tak Setuju Jika Pasar Tutup Dua Hari