Dosen ITS bersama Kemenhub Kembangkan Alat Deteksi Genangan Air Runaway Bandara

Dr Dra Melania Suweni Muntini MSi
Dr Dra Melania Suweni Muntini MSi. (Photo: its.ac.id)

Semarang, Idola 92.6 FM – Melania Suweni Muntini, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Kementerian Perhubungan mengembangkan alat standing water detector atau alat pendeteksi ketinggian genangan air yang ada di landas pacu bandara.

Alat ini juga bisa mendeteksi temperatur dan kelembaban udara. Sehingga, pilot secara langsung membuat keputusan yang tepat dalam pendaratan pesawat terbang. Penelitian dilakukan untuk mendukung pengembangan peralatan keselamatan penerbangan menyusul tingginya curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Ia berharap dengan alat ini, keselamatan pesawat yang akan mendarat lebih aman.

Alat standing water detector dikembangkan sejak tahun 2018 lalu. Sedangkan tahun ini pengujian ditambahkan sensor untuk mengukur curah hujan yang terjadi secara real-time. Dengan alat ini, pilot pesawat terbang akan mendapatkan informasi secara real-time mengenai ketinggian genangan air yang ada pada landasan pacu.

Alat Pendeteksi Genangan Air
Melania Suweni Muntini menjelaskan cara kerja standing water detector yang ia kembangkan. (Foto: ANTARA)

Selain di laboratorium terbuka departemen fisika ITS, pengujian alat ini juga dilakukan secara langsung di Yogyakarta International Airport (YIA) untuk memastikan alat bekerja dengan benar di kedua tempat.

Selengkapnya, mengenal alat standing water detector, yang bermanfaat bagi keselamatan penerbangan, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama sang inventor, Melania Suweni Muntini, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKetika PPKM Tak Efektif, Maka Langkah Apa yang Mesti Ditempuh?
Artikel selanjutnyaJateng Terima Disabilitas Jadi CPNS