DPU Turunkan Tim Siaga Petakan Jalan Provinsi Rawan Tertimbun Longsoran

Hanung Triyono
Hanung Triyono, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah menyiapkan tim siaga yang bertugas sampai Maret 2022 mendatang, untuk memetakan dan memantau jalan-jalan provinsi rawan terhadap bahaya longsoran. Sehingga, ketika ditemukan ada jalan provinsi yang memiliki tebing dan rawan terjadi longsoran akan langsung dilakukan antisipasi.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Hanung Triyono mengatakan tim siaga akan bertugas berkeliling, sesuai dengan ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangannya. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di kantor gubernur, belum lama ini.

Hanung menjelaskan, pihaknya juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui kelompok masyarakat yang siap 1×24 jam membantu memetakan dan melaporkan jika menemukan ada jalan provinsi rawan tertimbun tanah longsor di musim hujan. Setiap ruas jalan provinsi itu, terdiri dari lima orang yang berpatroli memantau kondisi jalan.

Menurutnya, pengecekan dilakukan setiap saat dan apabila ada kejadian tanah longsor langsung melaporkan ke dinas terkait atau balai jalan milik provinsi.

“Jalan provinsi itu biasanya yang kita antisipasi yang pasti itu di Dieng, di Weleri-Patean dan juga di daerah Tawangmangu. Kebanyakan yang ada di daerah pegunungan, itu rawan longsor. Antisipasinya bagaimana, kita siapkan untuk alat. Kita pastikan bahwa alat itu siap setiap saat dimobilisasi,” kata Hanung.

Hanung Triyono, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng:

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, belum lama ini ada beberapa titik jalan provinsi yang tertimbun tanah longsor dan beberapa di antaranya sudah selesai diperbaiki. Misalnya di Wadaslintang di Kabupaten Wonosobo yang sempat mengalami longsor kurang lebih 200 meter, dan setelah dilakukan perbaikan selama 15 hari sekarang sudah bisa dilewati.

“Kami juga menyiapkan geo bag dan bronjong dari bahan bangunan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi tanah longsor,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnya66 Persen Warga Jateng Telah Divaksin COVID-19
Artikel selanjutnyaKemendikbud Tetapkan Mendoan sampai Warung Hik Sebagai Warisan Budaya Takbenda

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini