Imbas Banjir, Konsumsi BBM Alami Penurunan

Stok Avtur masih mencukupi hingga 52 hari
Stok Avtur masih mencukupi hingga 52 hari ke depan karena banyak pengurangan jumlah penerbangan.

Semarang, Idola 92,6 FM – Selama beberapa hari terakhir sejak banjir melanda di sejumlah wilayah, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mengalami penurunan. Penurunan terjadi, karena banyak wilayah tergenang banjir hampir satu meter.

Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah Arya Yusa Dwicandra mengatakan dalam tiga hari terakhir saat terjadi banjir, konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 10.870 Kilo Liter (KL) per hari. Sedangkan dalam sebulan terakhir, konsumsi BBM jenis Gasoline sebanyak 10.950 KL per hari.

Arya menjelaskan selain BBM jenis Gasoline yang mengalami penurunan konsumsi karena dampak banjir, produk elpiji juga mengalami penurunan konsumsi. Dalam tiga hari terakhir ini konsumsi elpiji sebesar 4.185 Metric Ton (MT) per hari, padahal sebulan kemarin konsumsi elpiji mencapai 4.250 MT per hari.

Menurut, untuk agen maupun pangkalan elpiji di wilayah Kota Semarang tidak ada yang terdampak dan tergenang banjir.

“Nah di tiga hari terakhir saat musibah bencana ini, memang ada sedikit penurunan terutama di Gasoline dan elpiji serta Avtur. Hal ini memang diperkirakan karena banyak orang yang mungkin sedang kesulitan terkena musibah banjir, sehingga tidak menggunakan produk-produk tersebut,” kata Arya dalam keterangan yang disampaikan secara daring, kemarin.

Arya Yusa Dwicandra, Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah:

Arya lebih lanjut menjelaskan, untuk konsumsi Avtur yang mengalami penurunan ini dikarena memang jumlah penerbangan terjadi pengurangan. Dari sebelumnya 39 KL per hari, menjadi 28 KL per hari. Namun, untuk ketahanan stok Avtur paling lama mencapai 52 hari dibanding produk lainnya.

“Kalau ketahanan stok BBM itu 13-15 hari, dan elpiji itu 3-5 hari. Kalau TBBM Pengapon masih aman, hanya di pelataran Filling Shed saja yang kebanjiran tapi tidak sampai menganggu stok BBM yang ada,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Turunkan Tim Pantau Kesehatan Pengungsi
Artikel selanjutnyaPemprov Siapkan Rp1 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Rusak Karena Banjir