Pekan Depan Masuk Polda Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Kombes Pol Iqbal Al Qudusy
Kombes Pol Iqbal Al Qudusy, Kabid Humas Polda Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Polda Jawa Tengah pada pekan depan, mengharuskan para tamu atau pengunjung untuk menginstal aplikasi PeduliLindungi jika akan masuk ke kantor polisi di Jalan Pahlawan itu. Tidak hanya tamu atau pengunjung saja, scan barcode juga diwajibkan bagi anggota Polda Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Al Qudusy mengatakan seluruh anggota Polri maupun tamu yang akan datang ke Mapolda, disyaratkan menginstal aplikasi PeduliLindungi dan nantinya melakukan scan barcode. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantor Direktorat Resnarkoba Polda Jateng, kemarin.

Iqbal menjelaskan, kebijakan itu diambil Polda Jateng untuk mendukung langkah pemerintah dalam membatasi aktivitas masyarakat selama penerapan PPKM. Melalui aplikasi PeduliLindungi, maka akan memantau pergerakan masyarakat di satu tempat dan membatasi kerumunan.

Menurutnya, dengan kewajiban menunjukkan aplikasi PeduliLindungi dan scan barcode akan memudahkan dalam proses tracing jika nantinya terjadi klaster.

“Sementara masih sosialisasi, terkait masalah penggunaan barcode PeduliLindungi. Nanti akan ada beberapa tempat yang di sana akan dijaga personel-personel yang terlatih sekaligus juga akan ditempatkan provost di sana. Untuk saat ini masih dikhususkan di polda. Mungkin minggu depan baru kita tahap penyiapan,” kata Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan, jajaran Polda Jateng terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam menekan penyebaran COVID-19. Baik melakukan upaya tracing dan testing, maupun membantu percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

“Semua yang kita lakukan, agar target vaksinasi bisa mencapai herd immunity pada seluruh warga Jawa Tengah. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan ormas atau kelompok masyarakat lainnya, untuk mengadakan vaksinasi masal maupun door to door,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaJumlah Testing Covid-19 di Indonesia Capai Empat Kali Lipat Dari Standar WHO
Artikel selanjutnyaSepekan Jateng Suntik 1,6 Juta Orang

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini