Puluhan Formasi CASN Tak Ada Pelamar

CPNS

Semarang, Idola 92,6 FM – BKD Jawa Tengah mencatatkan, ada 35 formasi pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) yang dibuka tahun ini tidak ada peminatnya. Rinciannya, empat formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 31 formasi pekerja pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) non-guru.

Kepala Bidang Mutasi BKD Jateng Legiman mengatakan waktu pendaftaran CASN dan pengiriman berkas hanya sampai 21 Juli 2021, namun masih ada puluhan formasi kosong tanpa peminat. Pernyataan itu dikatakannya saat dihubungi via telepon, kemarin.

Legiman menjelaskan, empat formasi CPNS yang belum ada pelamarnya itu adalah analis budaya dan koleksi museum, analis pengembangan usaha agro industri dan pengelola bahan pustaka dan ahli pertama perekam medis. Sedangkan untuk formasi PPPK berasal dari sektor kesehatan dengan berbagai keahlian, di antaranya dokter spesialis sampai pranata laboratorium kesehatan.

Menurut Legiman, khusus untuk tenaga PPPK kesehatan ini pihaknya sudah berkomunikasi dengan sejumlah rumah sakit dan menyebutkan saat ini sedang sibuk menangani pasien COVID-19.

“Ada kemungkinan mereka masih milih-milih. Memang pengalaman selama ini pelamar itu paling banyak ketika di limit hari-hari terakhir. Tetapi itu perlu kita informasikan, dengan harapan jangan sampai formasi itu tidak ada pelamar. Harapan kami dengan kita informasikan ke masyarakat ini, baik melalui BKD dan kami juga sudah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” kata Legiman.

Lebih lanjut Legiman menjelaskan, dari data berkas yang masuk tercatat ada 14.107 orang mengisi formulir dan 11.651 orang di antaranya telah memasukkan dokumen. Paling banyak berasal dari PPPK tenaga kependidikan sebanyak 10.587 orang, dan berkas sudah masuk ada 10.155 orang.

“Pada tahun ini Pemprov Jawa Tengah mendapat jatah CASN sebanyak 11.648 formasi, dan posisi paling banyak untuk tenaga PPPK sebanyak 11.347 formasi. Sedangkan untuk CPNS, hanya 301 formasi,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Antipasi Skenario Terburuk Kala Kasus Covid-19 terus Bertambah?
Artikel selanjutnyaMengenal Upaya Penyelamatan Penyu di Cilacap bersama Jumawan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini