Apindo: Dampak Kenaikan Harga BBM Picu Kenaikan Harga Produksi 5-10 Persen

Frans Kongi
Frans Kongi, Ketua Apindo Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Apindo Jawa Tengah menyebutkan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang sudah tidak bisa ditunda kembali. Para pengusaha juga menjelaskan, bahwa kenaikan harga BBM terkadang membawa efek domino.

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan sebenarnya pemerintah sudah memberikan sinyal, bahwa dalam beberapa pekan terakhir ini bakal terjadi kenaikan harga BBM. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di Hotel Grasia, kemarin.

Menurut Frans, pemerintah sebenarnya sudah memberikan subsidi BBM yang terlalu besar dan subsidi tersebut cenderung tidak tepat pada sasaran.

Frans menjelaskan, kenaikan harga BBM saat ini bakal mendongkrak kenaikan harga produk yang dihasilkan pabrik. Kenaikan barang yang dihasilkan pabrik, berkisar antara 5-10 persen.

“Ya pasti ada dampaknya bagi dunia usaha. Tetapi kita percaya bahwa pemerintah ini juga sudah menyiapkan instrumen-instrumen antara lain ada bantuan langsung tunai kepada masyarakat dan juga kepada kepada karyawan juga dapat bantuan. Yang kita harapkan itu pemerintah benar-benar memperhatikan jangan sampai inflasi meningkat,” kata Frans.

Lebih lanjut Frans menjelaskan, apabila inflasi meningkat akibat dampak dari kenaikan harga BBM dikhawatirkan berimbas hal yang tidak baik bagi dunia usaha. Saat ini saja, tingkat inflasi Jateng sudah di atas 4,5 persen.

“Kita berharap jangan sampai inflasi kita tembus enam persen, jangan sampailah. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Inovasi Alat Deteksi Kanker Rongga Mulut karya Tim Mahasiswa UB Malang
Artikel selanjutnyaInfrastruktur Memadai Mendukung Investasi di Jateng