Dukung Pengembangan EBT, PT. Pertamina Trans Kontinental Terapkan Solar Cell Pada Kapal Operasional

Direktur Pemasaran PT. Pertamina Trans Kontinental (PTK) - Imam Bustomi

 

SEMARANG – RADIO IDOLA 92,6 FM – Sebagai upaya untuk mendukung penerapan program ramah lingkungan dan pengembangan energy baru terbarukan, PT. Pertamina Trans Kontinental (PTK) mulai melakukan uji coba penggunaan solar cell pada kapal operasionalnya.  Pada uji coba tahun ini penerapan solar cell dilakukan pada kapal transcopari yang berada di pelabuhan teluk semangka.

Direktur  Pemasaran PT. Pertamina Trans Kontinental (PTK) – Imam Bustomi mengatakan, uji coba dilakukan saat kapal tidak melakukan aktivitas selama 12 jam.

“Kapal itu walaupun diam tetapi mesin tidak boleh mati. Dia tetap butuh untuk AC untuk lampu,” ujar Imam Bastomi

Menurutnya dari uji coba yang mulai dilakukan pada tahun ini, penggunaan solar cell dengan biaya Rp.203 juta mampu menghemat bahan bakar hingga 180 liter dalam sehari. Namun demikian pihaknya masih melakukan penghitungan perbandingan antara biaya investasi yang dikeluarkan dengan penghematan yang didapat.

“kita lagi jajaki antara biaya dengan penghematannya. Kalau ini berhasil maka kita akan terapkan ke semua kapal kita,” ujarnya

Selain melakukan ujicoba penggunaan solar cell, pihaknya juga telah menerapkan dual fuel yakni BBM dan gas untuk kapal armada oil spill response.  Kapal ini bertugas khusus untuk menangani adanya tumpahan minyak di perairan.

“Duel fuel itu kita pingin dorong. Tapi kita harus berhitung karena biayanya supaya kompeteifness-nya ada,” ungkapnya

Imam Bastomi mengatakan, saat ini pihaknya mengoperasikan sedikitnya 300 kapal di lebih 104 pelabuhan. Diprediksi pada tahun depan permintaan layanan akan meningkat hingga 10 persen seiring dengan adaya konflik antara rusia dengan ukraina.

“Tahun depan kita perkirakan kenaikan bisnis 10 persen karena Rusa-ukraina. Tapi kadang bergantung juga dengan PIS, kadang mereka memperbesar kapal mereka,”ujarnya (tim)

 

 

Artikel sebelumnyaMengenal Desa Wisata Sudaji Buleleng Bali bersama Gede Suharsana
Artikel selanjutnyaApa Baik-Buruknya Masyarakat Kredensialisme?
Jurnalis senior dan koordinator liputan Radio Idola Semarang.