Layanan Pandawa BPJS Kesehatan Semakin Diminati Masyarakat

Andi Ashar
Andi Ashar, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus mengoptimalkan layanan tanpa perlu tatap muka, atau mengedepankan layanan digitalisasi. Tujuannya, untuk mengantisipasi penularan COVID-19 varian omicron.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Andi Ashar mengatakan pihaknya memang terus berupaya meningkatkan digitalisasi pelayanan, yang membuat peserta JKN-KIS semakin termudahkan. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Andi menjelaskan, pihaknya terus mengembangkan inovasi pelayanan untuk memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS. Sebab, pandemi COVID-19 tidak menghalangi BPJS Kesehatan mengakomodir kebutuhan peserta JKN-KIS dalam hal mendapatkan pelayanan. Salah satunya adalah Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (Pandawa).

Menurutnya, peserta JKN-KIS cukup mengakses nomor Whatsapp 081229456210 dan akan dilayani secara langsung dari petugas.

“Pelayanan administrasi melalui WA. Jadi artinya ini sebagai switching pelayanan tatap muka langsung, dan ini langsung live respon. Jadi begitu peserta mengakses Pandawa, langsung direspon petugas kami. Yang memanfaatkan layanan Pandawa pada bulan Desember cukup tinggi, di mana dalam satu bulan itu bisa 12 ribu tiket. Jadi per hari rata-rata 600 tiket untuk layanan administrasi melalui WA,” kata Andi.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, pihaknya tetap mengoptimalkan Call Center 165 dan juga Mobile JKN dalam melayani masyarakat tanpa bertatap muka. Termasuk juga pembayaran iuran BPJS Kesehatan, masih menggunakan pembayaran secara elektronik melalui bank mitra BPJS Kesehatan. Yakni melalui auto debit.

“Kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat peserta JKN-KIS. Termasuk, bagi perusahaan atau badan usaha yang akan mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBaznas Jateng Dukung Pelatihan Juleha
Artikel selanjutnyaApa Kabar Ekstensifikasi Cukai pada Minuman Bergula dalam Kemasan?