Lewat FAJAR, BI Jateng Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

Pembukaan FAJAR 2022
Kepala KPw BI Jateng Rahmat Dwisaputra (kanan) bersama Deputi Gubernur BI Doni P Joewono (tengah) dan Wagub Taj Yasin (kiri) memukul lesung sebagai tanda pembukaan FAJAR 2022 di Hotel Tentrem, Rabu (31/8).

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, terus fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Yakni, melalui Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2022 dengan tema ‘Memperkuat Halal Value Chain dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Jawa Tengah’.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan FAJAR merupakan event road to Festival Syariah (FeSyar), yang menjadi event tahunan sebagian rangkaian dari event Islamic Sharia Economic Festival (ISEF). ISEF sudah diadakan Bank Indonesia sejak 2014, dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di Hotel Tentrem, Rabu (31/8).

Rahmat menjelaskan, pihaknya fokus pada pengembangan ekosistem halal value chain yang merupakan pelaksanaan dari pilar pertama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pada masa pemulihan ekonomi saat ini, pihaknya mengerahkan seluruh instrumen kebijakan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia yang berdaya tahan dan inklusif.

“Merupakan perwujudan itikad dan ikhtiar KPw Bank Indonesia Jawa Tengah dalam mengembangkan potensi ekonomi syariah, melalui penguatan ekosistem halal value chain berbasis komoditas baik ponpes maupun non pondok pesantren. Bahwa praktik ekonomi syariah yang halal membawa manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Rahmat.

Rahmat Dwisaputra, Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng:

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, pihaknya bersinergi dengan Pemprov Jateng serta stakeholder terkait lainnya untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya, menyediakan pendampingan bagi rumah potong hewan (RPH) untuk memenuhi kaidah halal dan baik dalam proses pemotongan hewan.

“Kami juga bekerja sama Fakultas Peternakan Undip dan pelaku pakan ternak untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha syariah dan pondok pesantren. Tentunya, kami juga menjalin kerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah dan perbankan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPasar Mobil Bekas Mulai Menggeliat Pasca Pandemi
Artikel selanjutnyaBI Jateng Kenalkan Aplikasi Jasirah Pendukung Wisata Syariah