Mengenal AiDiTech Inovasi karya Tim Mahasiswa ITERA

Tim mahasiswa ITERA
Tim mahasiswa ITERA berinovasi merancang Airfoil Diffuser Technology (AiDiTech). Dalam foto dari kini ke kanan; M. Mukti Asyidiqi (Mahasiswa), Madi Arranim,S.T., M.T (Dosen Pembimbing), Noor Icshan Afandy (Mahasiswa), Risfihan Rafi (Mahasiswa) dan Arif Ronaldo (Mahasiswa). (Photo dok Rafi)

Sumatera, Idola 92.6 FM – Tim Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) baru-baru ini berinovasi merancang Airfoil Diffuser Technology (AiDiTech) sebagai pendorong kecepatan angin untuk meningkatkan produksi listrik pada turbin angin. Tim terdiri dari 5 mahasiswa yakni Risfihan Rafi, Arif Ronaldo, dan Hasbyalloh. Ketiganya berasal dari Program Studi Teknik Sistem Energi. Kemudian, M. Mukti Asydiqi (Teknik Elektro), serta Noor Ichsan Alfandi (Teknik Material).

Menurut Risfihan Rafi, Ketua tim, ide merancang teknologi AiDiTech karena potensi energi angin di wilayah Indonesia yang rata-rata kecepatan anginnya rendah sulit dimanfaatkan untuk memproduksi energi listrik.

“Angin yang berhembus di Indonesia itu tekanannya rendah, maka dibantu dengan alat ini,” tutur Rafi kepada radio Idola, pagi (30/09) tadi.

Airfoil Diffuser Technology (AiDiTech)
Airfoil Diffuser Technology (AiDiTech) karya Tim mahasiswa ITERA.(Photo dok Rafi)

Menurut mahasiswa semester VII ini, meski awalnya iseng-iseng tapi kalau ada rejeki, ide akan dikembangkan.

”Kalau ada rejeki, bisa dibuat yang gede,” tambah Rafi.

Dikutip dalam laman www.itera.ac.id dari hasil pengujian prototiope AiDiTech, teknologi karya mahasiswa ITERA ini mampu meningkatkan putaran turbin angin sekitar 102 RPM dan menghasilkan tegangan listrik 0,48 volt pada kecepatan angin 4,3 m/s. Dalam proses pengujian dilakukan bersama dosen pembimbing Madi, S.T., M.T., pengujian turbin angin yang tidak menggunakan AiDiTech memiliki nilai keluaran yang lebih kecil pada kecepatan angin yang sama dibandingkan dengan menggunakan AiDiTech.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Risfihan Rafi, Ketua tim dan mahasiswa Program Studi Teknik Sistem Energi ITERA. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPelaku Usaha Truk  Didorong Segera Dapatkan PMKU dan STID
Artikel selanjutnyaSeberapa Besar Pengaruh Semantik terhadap Perilaku dan Kemudian Menjadi Budaya?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang