Mengenal Bank Sampah Induk (BSI) Kendal bersama Nunuk Sarah Zenubia

Nunuk Sarah Zenubia
Nunuk Sarah Zenubia, Inisiator Bank Sampah Induk (BSI) Kendal Jawa Tengah. (Photo dok Nunuk)

Kendal, Idola 92.6 FM – Sebagai upaya mengatasi problem sampah, Nunuk Sarah Zenubia, menginisiasi pendirian Bank Sampah Induk (BSI) di Kabupaten Kendal. Sebelum berubah nama menjadi BSI Kendal pada 2020, Nunuk menyematkan nama Bank Sampah Resik Becik sejak November tahun 2013.

Salah satu upaya yang dilakukan, Nunuk berkeliling Kabupaten Kendal bersama anggota dan relawan untuk mengajak warga melek dengan krisis lingkungan. Mulai SD, Puskesmas, hingga kantor kelurahan didatangi. Nunuk tak bosan mengajak warga untuk mengelola sampah hingga menghasilkan emas dan dinar.

Kegiatan penimbangan sampah
Kegiatan penimbangan sampah di PKK RW 02 Kel. Langenharjo Kabupaten Kendal. (Photo dok Nunuk)

Meski pernah jatuh bangun dalam mengembangkan BSI Kendal dan nyaris tutup karena belum memiliki kantor permanen, tak membuat Nunuk dan anggotannya berkecil hati. Hingga akhirnya BSI Kendal berhasil meraih juara III dalam Festival Lingkungan Astra Bank Sampah Competition 2020. Bertempat di sekretariat BSI Kendal Kelurahan Langenharjo, Nunuk dan tim terus mengedukasi warga.

Pengurus harian Bank Sampah Induk
Pengurus harian Bank Sampah Induk (BSI) Kendal. Paling kanan berkerudung hitam Nunuk Sarah Zenubia Inisiator BSI Kendal. (Photo dok Nunuk)

Ia memulai gerakan peduli lingkungan dari akarnya. Yakni, dengan menjemput sampah. Setiap Jumat hingga Minggu, Nunuk bersama 14 anggotanya memberikan layanan jemput sampah dari lingkup perumahan, sekolah, kelurahan, pertokoan, hingga Puskesmas. Tak jarang, para nasabah juga mengantarkan sampahnya sendiri ke sekretariat BSI Kendal.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Nunuk Sarah Zenubia, inisiator BSI Kendal. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDesa Sumogawe Jadi Destinasi Baru di Kabupaten Semarang
Artikel selanjutnyaBBM Subsidi Akan Dibatasi, Bagaimana Pelaksanaan dan Sistem Pengawasannya?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini