Mengenal Prof Johan Iskandar, Sang Peneliti Burung di Citarum

Prof Johan Iskandar
Profesor Johan Iskandar, Guru Besar Etnobiologi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat. Dari tahun 1975, Prof Johan mengamati/meneliti burung-burung yang berada di daerah aliran sungai Citarum. (Photo dok Johan)

Citarum, Idola 92.6 FM – Profesor Johan Iskandar dikenal sebagai Guru Besar Etnobiologi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat. Ia telah mengenali ratusan jenis burung di Citarum dan identik dengan burung-burung Citarum. Prof Johan mengelompokkannya dalam tiga wilayah: Daerah Alirasn Sungai (DAS) Hulu, DAS Tengah, dan DAS Hilir.

Awal mula melakukan riset di sungai Citarum pada tahun 1975 ketika akan membuat skripsi dan mendampingi tamu dari luar negeri. Seiring berjalannya waktu, ia dan mahasiswanya terus meneliti guna mengenali berbagai jenis burung di sekitar aliran sungai sepanjang 297 kilometer itu.

Penelitian di pasar burung
Profesor Johan Iskandar, Guru Besar Etnobiologi Universitas Padjadjaran, Bandung sedang meneliti burung di pasar burung. (Photo dok Johan)

Tak hanya di sekitar Citarum, guru besar ini juga langsung terjun ke pasar untuk memantau keberadaan burung yang dijual bebas.

“Fungsi burung di alam sangat penting bagi manusia, untuk menjaga keseimbangan alam, ikut mengendalikan hama, dan burung juga bantu menyebar biji-bijian,”tutur Prof Johan kepada radio Idola, pagi (22/06) tadi. Tak hanya itu, keberadaan burung juga bisa sebagai indikator lingkungan. Ia menambahkan, jika lingkungan baik, burung banyak dan sebaliknya.

Burung Tekukur Biasa
Burung Tekukur Biasa. (photo/mongabay)

Lalu bagaimana tantangan dan harapan ke depan, agar burung-burung di sekitar sungai Citarum tak punah?

Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Profesor Johan Iskandar, Guru Besar Etnobiologi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenyatukan Kembali Tenun Kebangsaan yang Terbelah
Artikel selanjutnyaDinas Peternakan Jateng Gerak Cepat Vaksinasi Ternak Yang Terpapar PMK