Pemberangkatan Umrah Ditutup Kembali, Gus Yasin: Saya Minta Umat Bersabar

Taj Yasin Maimoen
Taj Yasin Maimoen, Wagub Jateng.

Semarang, Idola 9w,6 FM – Pemprov Jawa Tengah menghormati keputusan dari Pemerintah Arab Saudi, yang menunda keberangkatan atau pelaksanaan ibadah umrah. Oleh karena itu, umat Islam yang akan melaksanakan umrah untuk sementara menunda sampai keadaan dirasakan aman.

Wagub Taj Yasin Maimeon mengatakan pada 15 Januari 2022 kemarin, Kementerian Agama menutup kembali pemberangkatan ibadah umrah pada tahun ini. Sehingga, masyarakat diimbau bersabar dan tidak memaksakan kehendak. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui usai mengikuti rapat paripurna DPRD Jateng, Senin (17/1).

Gus Yasin menjelaskan, Kementerian Agama sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi berkaitan dengan penutupan kegiatan umrah. Penutupan tersebut dilakukan, dalam rangka evaluasi skema one gate policy (OGP) terkait kegiatan umrah.

Menurut Gus Yasin, sebenarnya sudah dilakukan pemberangkatan jamaah umrah sejak 8 Januari 2022 sebanyak 1.731 orang. Namun, hasil evaluasi menghendaki pemberangkatan umrah kembali ditutup.

“Saya berharap sih kawan-kawan yang mau umrah, kita tahan dulu. Saya juga kangen. Kemarin saya juga ngobrol sama pak gub, “Pak pengen umrah, podo Gus”. Tapi ya kita lihat saja, kemarin sempat pengen umrah karena ada kejadian ini saya berharap kepada masyarakat juga untuk berhati-hati. Kita tahan dulu deh, untuk jangan umrah dulu,” kata Gus Yasin.

Lebih lanjut Gus Yasin menyebutkan, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi dan berhati-hati dalam pengambilan keputusan terkait pandemi yang belum bisa dikendalikan di seluruh dunia. Terlebih lagi, saat ini ada varian omicron yang diketahui penularannya lebih cepat.

“Pemerintah pusat sudah melakukan berbagai cara dan upaya, agar virus COVID-19 varian omicron ini tidak menyebar. Terutama, bagi masyarakat kita yang akan melaksanakan ibadah umrah maupun haji,” jelasnya.

Diketahui, Kementerian Agama menghentikan sementara pemberangkatan jamaah umrah sejak 15 Januari 2022. Hal itu dilakukan untuk mengevaluasi skema OGP, dan memantau perkembangan COVID-19 varian omicron di Indonesia dan Arab Saudi. (Bud)

Artikel sebelumnyaJumlah Penduduk Miskin di Jateng Turun 175 Ribu Orang
Artikel selanjutnyaTanggapi Aduan Masyarakat, Polres Boyolali Razia Knalpot Brong