Prof. Dr. Totok Prasetyo, B.Eng, MT, IPU, ACPE Dikukuhkan Sebagai Guru Besar POLINES

Semarang, Radio Idola 92,6 FM – Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines), Prof. Dr. Totok Prasetyo, B.Eng, MT, IPU, ACPE dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang llmu thermodinamika, pada jurusan teknik mesin. Acara pengukuhan dilakukan melalui rapat terbuka Senat Polines  di Ruang Serba Guna (RSG) kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines), Tembalang, Semarang rabu (2/2)

Pengukuhan gelar disimbolkan dengan pengalungan tanda guru besar oleh Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek. Selain itu penanda keilmiahan Sidang rapat terrbuka dengan agenda Pengukuhan Guru Besar adalah penyampaian orasi ilmiah.

Dalam rapat terbuka itu, Prof. Totok Prasetyo menyampaikan orasi ilmiah   yang berjudul “Pemanfaatan Energi Panas Bumi Temperatur Rendah Menggunakan Teknologi Organic Rankine Cycle (ORC) dengan Fluida Kerja R123”. Menurutnya potensi sumber daya alam Indonesia khususnya di sektor panas bumi.

“Harta karun energi yang tidak ternilai ini tersimpan dalam perut bumi Ibu Pertiwi, Indonesia,” ungkapnya.

Namun demikian, menurutnya SDA di sektor panas bumi ini   saat ini belum terekploitasi sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Ia menegaskan panas Bumi yang ada di hampir seluruh wilayah Nusantara, jelas Prof. Totok, harus di-Konversi-kan menjadi Energi Listrik.

Menurutnya salah satu bidang ilmu yang memiliki peran utama dalam proses konversi energi adalah Ilmu Termodinamika. Termodinamika merupakan salah satu cabang fisika yang membahas mengenai perubahan energi panas menjadi bentuk energi lain.    Hukum pertama termodinamika dan hukum termodinamika kedua menjadi acuan dalam membahas mengenai perubahan energi.

“Hal ini merupakan jawaban solusi atas paradigma baru penggunakan energi alternatif, dan menjadi fokus kajian penelitian-penelitian Saya selama ini,”ujar Totok

Prof Totok Prasetyo menambahkan,  didiskripsi wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang termasuk ke dalam kawasan wilayah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, dimana menyimpan potensi sumber energi panas yang sangat besar tersedia begitu saja oleh Alam.  Potensi tenaga panas bumi dengan energi panas mencapai temperatur diatas 3000C telah dimanfaatkan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akan tetapi terdapat potensi sumber panas dengan temperatur rendah berkisar antara 800C sampai dengan 1500C.

“sehingga selanjutnya pidato Saya mengungkap strategi pemanfaatan energi dengan sumber panas yang rendah untuk menghasilkan energi listrik dengan teknologi Organik Rankine Cycle (ORC),” ujarnya

Di sini, Ilmu Termodinamika benar-benar diaplikasikan untuk mengubah energi panas, dikonversikan menjadi energi listrik. Dengan demikian kedepannya waste energy panas yang terjadi pada temperatur rendah (800C sampai dengan 1500C) dapat diminimalisir karena deviasi temperatur pada dasarnya dapat diekploitasi untuk menghasilkan energi listrik.

Diakhir orasi ilmiahnya, Prof. Totok Prasetyo yang juga alumni angkatan ke-1 Politeknik Undip sekarang Polines, menyimpulkan berdasarkan hasil simulasi laboratorium system ORC dengan temperatur 110°C dan 120°C serta menggunakan berbagai jenis fluida kerja diatas maka secara Termodinamika fluida kerja R123 memiliki performance yang terbaik dibandingkan dengan fluida kerja yang lain. (tim)

 

Artikel sebelumnyaTingkatkan Kapabilitas Sektor Energi, PGN Gadeng UGM
Artikel selanjutnyaMenyorot Polemik Rencana Polri yang Akan Memetakan Masjid untuk Mencegah Penyebaran Paham Terorisme