Tekan Biaya Produksi, Perajin Ukiran Jepara Pakai EBT

Produksi perajin ukiran di Jepara
Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat produksi perajin ukiran di Jepara.

Semarang, Idola 92,6 FM – Perajin ukiran di Kabupaten Jepara memanfaatkan energi alternatif, guna menekan biaya produksi yang dikeluarkan. Yakni, menggunakan tenaga surya dan menggantikan pasokan listrik dari PLN.

Salah satu perajin ukiran di Desa Senenan di Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Purwanto mengatakan ada tujuh pengusaha ukir kayu, yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) menggunakan tenaga surya. Tujuannya, untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas kerja. Hal itu dikatakan saat ditemui di tempat kerjanya, baru-baru ini.

Purwanto menjelaskan, EBT tenaga surya itu merupakan bantuan dari Pemprov Jawa Tengah bagi Koperasi Industri dan Kerajinan di Desa Senenan. Dari PLTS rooftop yang terpasang dan telah digunakan itu, mampu menghemat pemakaian energi listrik dari PLN sebesar 60 persen.

Menurutnya, bantuan panel surya itu mampu menghasilkan daya listrik sebesar 20,4 kWp.

“Bisa membantu mengurangi pembayaran listrik. Kalau masih mengandalkan listrik dari PLN, biasanya per bulannya itu sampai Rp1 juta. Setelah pakai tenaga alternatif ini, ya bayar ke listrik ke PLN hanya Rp100 ribu kalau pas hujan kan kita baru pakai listrik PLN,” kata Purwanto.

Lebih lanjut Purwanto menjelaskan, penggunaan listrik dari panel surya itu dilakukan saat siang hari. Sedangkan ketika hari hujan, maka penggunaan listrik beralih ke PLN.

“Kalau kemarin pas sering hujan, masih sering pakai listrik PLN. Sekarang hujannya sudah tidak pernah, jadi bisa lebih maksimal pakai tenaga surya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKenalkan Seni Gerabah Sekaligus Lebarkan Sayap Penjualan
Artikel selanjutnyaKSAD Beri Penghargaan ke Anggota TNI/Polri Atas Kinerja Ungkap Kasus Penembakan
Wartawan senior Radio Idola Semarang.