Abdul Wahab, Kreator Pesawat Pengusir Burung di Sawah

Abdul Wahab
Abdul Wahab, Kreator Pesawat Pengusir Burung di Sawah dari Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat.(Dok Wahab)

Indramayu, Idola 92.6 FM – Dari hobi jadi solusi petani. Itulah gambaran apa yang dilakukan sosok satu ini. Hobi aeromodelling yang diikuti selama ini, ternyata berbuah manis. Burung-burung yang muncul menjadi “hama” jelang panen padi, bisa ditangani dengan inovasi buatannya. Yakni alat (pesawat) pengusir burung di sawah. Pesawat pengusir burung tersebut diberi nama Averefelin. Sebuah pesawat yang memiliki rangka dari polyfoam dengan diberi motor penggerak, antena remote, dan baterai.

Sosok itu adalah Abdul Wahab (29), pemuda asal Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Atas inovasinya itu, Wahab berhasil meraih juara 1 bidang inovasi teknologi Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Barat 2023. Ia dan empat pemuda lainnya, berhak maju untuk mewakili provinsi Jawa Barat ke tingkat nasional.

Menurut Wahab, selama ini petani di daerahnya mengusir burung-burung pemakan padi menggunakan petasan dengan biaya Rp500 ribu. Tapi hasilnya kurang maksimal.

Abdul Wahab
Abdul Wahab, Kreator Pesawat Pengusir Burung di Sawah
dari Desa Mundu Indramayu terus berinovasi dan memproduksi Averefelin untuk membantu petani.(Dok Wahab)

Wahab mengatakan awalnya bermain pesawat pengusir burung di lapangan. Kemudian main di sawah.”Walaupun gak tahu itu sawah siapa. Memang Indramayu daerah sawah terbesar di Jawa Barat. Belakang rumah ada sawah,” cerita Wahab tentang awal mula pesawat pengusir burung dilirik petani kepada radio Idola, pagi (27/09) tadi.

Kini, para petani di sekitar Wahab memanfaatkan Averefelin untuk mengusir burung-burung pemakan padi di sawah. Sementara Wahab terus berinovasi untuk menyempurnakan Averefelin.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Abbdul Wahab, Kreator Pesawat Pengusir Burung di Sawah dari Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaASN Dilarang Likes, Share, dan Comment di Medsos Capres
Artikel selanjutnyaSeribu ASN Semarang Diajak Jadi Investor Saham