Desa Larangan Genjot Penurunan Angka Stunting

Penderita stunting di Kabupaten Brebes
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengunjungi salah satu anak penderita stunting di Desa Larangan di Kabupaten Brebes.

Semarang, Idola 92,6 FM – Desa Larangan di Kabupaten Brebes membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan didukung anggaran dana desa. Desa Larangan juga mempunyai program bapak asuh anak stunting anggaran swadaya.

Salah satu kader posyandu Desa Larangan, Kariti mengatakan di desanya ada 34 anak yang masuk kategori stunting. Saat ini mereka sudah ditangani dan dipantau asupan gizinya setiap hari. Hal itu dikatakan saat melakukan kunjungan ke rumah satu anak penderita stunting di desanya, baru-baru ini.

Kariti menjelaskan, selain itu ada juga program Dasyat atau Dapur Sehat Atasi Stunting. Program tersebut memberikan bantuan senilai Rp25 ribu kepada keluarga sasaran tetapi dalam bentuk bahan makanan.

Menurutnya, kader posyandu juga selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui. Setiap ada pasangan yang akan menikah, maka perlu dilakukan sosialisasi dan tes kesehatan.

“Jadi kita ambil program dari pemerintah yang seribu hari pertama kehidupan, kita hitung dari pertama hamil sampai dua tahun. Jadi kita cari yang baduta. Proker dari desa itu namanya Dasyat, Dapur Sehat Atasi Stunting dan kita kerja sama dengan Kampung KB,” kata Katiti.

Lebih lanjut Kariti menjelaskan, Kampung KB itu nanti yang akan mengelola makanan pendamping dan diberikan kepada anak penderita stunting.

“Jadi biar kasus stunting cepat teratasi dan kader posyandu semakin rutin melakukan pengawasan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPetani Banjarnegara Olah Porang Jadi Pangan Alternatif
Artikel selanjutnyaProduksi WK Pangkah PGN Saka Lampaui Target APBN 2022
Wartawan senior Radio Idola Semarang.