PGN Terus Optimalisasi Pasokan JTB dan Pipa Gresem

Pemeriksaan jaringan pipa gas
Sejumlah pekerja PGN sedang melakukan pemeriksaan jaringan pipa gas.

Semarang, Idola 92,6 FM – PGN terus merealisasikan dukungan terhadap industri pangan, melalui penyaluran gas bumi ke PT Petrokimia Gresik (PKG).

PGN melakukan penyaluran perdana atau gas in gas bumi dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) ke PT Petrokomia Gresik, pada Senin (16/1) kemarin.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz mengatakan PKG akan menyerap gas bumi sebesar 15-17 MMSCFD, dan dalam penyaluran gas dari Lapangan JTB itu memanfaatkan Pipa Transmisi Gresik-Semarang yang dikelola afiliasi Subholding Gas yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas).

Faris menjelaskan, penyaluran gas bumi ke PKG merupakan komitmen PGN dalam mengimplementasikan Kepmen ESDM No. 134K Tahun 2021 guna memberikan stimulus industri pupuk dapat menggeliat kembali.

Menurutnya, Pertamina Group mendukung ketahanan pangan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui ketersediaan gas bumi dengan harga yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan, dapat menopang geliat produksi pupuk dalam negeri serta produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Selain itu, dapat mendorong daya saing PKG sebagai produsen pupuk di Indonesia.

“Penyaluran gas ke PKG juga bagian dari langkah PGN melaksanakan penugasan pemerintah untuk mendukung produksi pupuk menjadi penopang ketahanan pangan di Indonesia. Sekaligus menjadi support bagi pemerintah dalam me-utilisasi Pipa Gresem dan Lapangan JTB yang belum lama ini on stream,” kata Faris.

Lebih lanjut Faris berharap, layanan gas bumi untuk sektor pupuk akan semakin ditingkatkan.

“Saat ini hingga masa-masa mendatang, PGN tetap memegang komitmen menyediakan gas bumi untuk industri pupuk. Selain pasokan, kami juga harus menjaga keandalan infrastruktur gas agar penyaluran gas ke PKG semakin terjamin, efektif, dan efisien,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPenjualan Eceran di Jateng Masih Tumbuh Positif di Desember 2022
Artikel selanjutnyaDibanding Kualitas Layanannya, Kenapa Istilah dan Sebutannya, Cenderung Lebih Diperhatikan?
Wartawan senior Radio Idola Semarang.