Yayasan Ulin, Lembaga Sosial Pelestari Lingkungan di Kalimantan Timur Peraih Kalpataru

Tim Yayasan Ulin dan mitra
Tim Yayasan Ulin dan mitra, di Lahan Basah Mesangat Suwi di Kabupaten Kutai Timur, tempat survei buaya.(Dok Suimah)

Kutai Timur, Idola 92.6 FM – Yayasan Ulin baru-baru ini menjadi satu-satunya peraih penghargaan Kalpataru 2023 dari Kutai Timur Kalimantan Timur kategori penyelamat lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Yayasan Ulin memiliki visi memastikan semua spesies yang muncul secara alami.

Yayasan Ulin selama ini dikenal sebagai lembaga sosial yang konsen terhadap pelestarian lingkungan di Kalimantan Timur. Yayasan Ulin terbentuk berawal dari peneliti herpetofauna yang menganggap perlu dibentuknya suatu lembaga untuk melakukan perlindungan habitat Crocodylus siamensis (Buaya Badas Hitam).

Crocodylus siamensis
Crocodylus siamensis (Buaya Badas Hitam) yang dijumpai tim peneliti di Lahan Basah Mesangat Suwi Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.(Dok Suimah)

Menurut Ketua Yayasan Ulin, Suimah, Yayasan Ulin memang beda karena based on science. Guna hasil maksimal, mereka kerja sama dengan perguruan tinggi. Dari tahun 2009, mereka belajar, survei terhadap keberadaan buaya badas hitam.”Saya mulai 2009 dan baru tahun 2010, saya bisa melihat buaya,”tutur Suimah kepada radio Idola, pagi (09/10) tadi. Dan pada tahun 2018 ia akhirnya bisa melihat buaya menetas 15 ekor (satu induk).

Konon buaya badas hitam masih terpantau di sejumlah negara seperti Laos, Vietnam, dan Thailand.

Suimah
Suimah, Ketua Yayasan Ulin, peraih Kalpataru 2023 kategori penyelamat lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(Dok Suimah)

Saat ini, buaya badas hitam berstatus critically endangered atau terancam punah dari status IUCN Red List yang belum menjadi perhatian dan belum masuk ke dalam satwa prioritas nasional. Untuk itu, Suimah dan tim dibantu relawan lain, terus berupaya mengajak semua pihak termasuk warga setempat makin peduli menjaga ligkungannya.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Suimah, Ketua Yayasan Ulin, peraih Kalpataru 2023 kategori penyelamat lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaJika Alami Kekerasan, Silakan Hubungi Layanan SAPA 129
Artikel selanjutnyaPerlukah Presiden “Turun Gunung” dalam Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK terhadap Syahril Yasin Limpo?