180 Mustahik Solo Raya Terima Bantuan Modal Usaha Dari Baznas Jateng

Pj Gubernur Nana Sudjana didampingi Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji saat menyerahkan bantuan usaha produktif kepada mustahik di Kabupaten Karanganyar.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah dan Baznas menyalurkan bantuan modal, kepada 180 mustahik senilai Rp567 juta di wilayah Solo Raya.

Bantuan senilai Rp540 juta itu diberikan kepada 180 mustahik produktif, dan bantuan transport untuk 36 orang pendamping.

Pj Gubernur Nana Sudjana mengatakan bantuan modal usaha tersebut, merupakan bagian dari upaya intervensi yang dilakukan Pemprov Jateng dalam penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Hal itu dikatakan usai penyerahan bantuan di Karanganyar, belum lama ini.

Menurut Nana, bantuan tersebut diberikan kepada mustahik di Kabupaten Karanganyar dan Sragen serta Klaten.

Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama yang selama ini terjalin, antara pemprov dengan Baznas Jateng.

Nana menjelaskan, beberapa program terus dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Mulai dari mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin, dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.

“Kemiskinan ekstrem sudah ada penurunan dari 1,9 persen menjadi 1,1 persen. Target kami untuk tahun 2024 ini untuk nol persen. Ini akan kami maksimalkan tentunya dengan bantuan dari Baznas Jateng dan juga program lain,” kata Nana.

Lebih lanjut Nana menjelaskan, pemprov juga melakukan upaya penghapusan kemiskinan ekstrem dengan skema kolaborasi kelembagaan.

Kolaborasi tersebut melalui anggaran pusat, provinsi, kabupaten, desa maupun dari lembaga non-pemerintah.

Ketua Baznas Jateng Ahmad Daroji menambahkan, hingga 2023 kemarin sudah ada sekira 11 ribuan mustahik yang menerima bantuan modal usaha.

Meliputi bidang usaha kuliner/boga, toko retail/kelontong/pedagang, binatu, konveksi, jasa bengkel, pertanian, perikanan, peternakan hingga penjahit.

Bahkan, ada pelatihan kepada sekira 21 ribu masyarakat yang belum bekerja.

“Insyaallah pada 2024 ini akan kita alokasikan juga bantuan modal untuk seribu orang. Kita juga siapkan untuk bantuan RTLH 750 unit, kemudian pelatihan kerja kira-kira 3.000 orang. Nanti akan kita latih kerja dengan berbagai pekerjaan,” ucap Darodji.

Menurut Daroji, bantuan pada 2024 akan diprioritaskan untuk bantuan produktif dengan kisaran 60 persen dan sisanya untuk bantuan konsumtif. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenyambut Bulan Ramadan, Warga Ngijo Gunungpati Gelar Tradisi Nyadran dan Sembelih 43 Ekor Kambing
Artikel selanjutnyaTahun Ini, Jamkrida Jateng Tingkatkan Jaminan Kredit Bagi UMKM