Pilkada Jateng Bisa Dimungkinkan Muncul Dua Pasang Saja

Farchan
Ketua Dewan Pembina DPW PSI Jateng Farchan (kiri) ikut angkat bicara terkait Pilgub Jateng 2024.

Semarang, Idola 92,6 FM-Meski gaung Pilkada Jawa Tengah 2024 belum nyaring terdengar, namun sudah muncul adanya wacana dua pasang saja yang akan bertarung di kontestasi pilkada di provinsi ini.

Artinya, ada kemungkinan bakal terjadi head to head antara tokoh-tokoh tertentu yang akan merebut suara masyarakat Jateng.

Saat ini, memang beberapa partai politik (parpol) masih menimbang dan menimang sejumlah nama yang nantinya akan diusung di Pilkada Jateng 2024.

Namun, di tengah masyarakat Jateng sudah muncul adanya gerakan untuk tokoh-tokoh tertentu yang bakal maju di Pilkada Jateng 2024.

Yakni, mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Pengamat politik Wahid Abdulrahman mengatakan peta perpolitikan yang ada di Jateng, saat ini memang belum terbagi karena masih belum muncul adanya pasangan calon dari masing-masing parpol pengusung. Hal itu dikatakan di sela diskusi “Lika-liku Luthfi” yang diadakan Sahabat Luthfi Jawa Tengah di Semarang, Senin (3/6).

Menurut Wahid, saat ini yang ramai menjadi pembicaraan adalah nama mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Keduanya diakui memiliki pendukung loyal masing-masing, dan khusus untuk Irjen Pol Ahmad Luthfi mulai dibicarakan.

Wahid menjelaskan, peta perpolitikan Pilkada Jateng 2024 diprediksi akan lebih ramai jika terdapat dua pasangan calon atau head to head.

“Kalau saya berharap dua figur atau dua pasangan calon. Satu tentu gerbong PDI Perjuangan, dan Mas Hendi punya peluang besar. Nah yang kedua tinggal duet Pak Luthfi dan Mas Daryono misalnya saja bisa jadi alternatif,” kata Wahid.

Lebih lanjut Wahid menjelaskan, untuk Irjen Pol Ahmad Luthfi saat ini tinggal menunggu restu dari istana untuk bisa mengantongi tiket maju di Pilkada Jateng 2024.

Sebab, kiprah Irjen Pol Ahmad Luthfi dipandang cukup mumpuni dan memiliki kualitas memadai.

“Kemampuan untuk mengkonsulidasi bupati/wali kota di Jateng tidak bisa sembarang orang,” tegasnya. (Bud)