Semarang, Idola 92,6 FM-Meningkatnya kejahatan digital yang menjerat masyarakat melalui panggilan spam dan pesan scam, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memerkuat langkah pencegahan dengan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di jaringan selulernya.

Sejak resmi diluncurkan pada 7 Agustus 2025, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat tercatat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko dan memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan serta melindungi rerata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.

Director and Chief Commercial Officer IOH Bilal Khazmi mengatakan inovasi keamanan ini merupakan bagian dari program AIvolusi5G yang memadukan kecanggihan AI, dengan jaringan 5G untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih aman dan inklusif. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Menurutnya, bekerja otomatis di tingkat jaringan, sistem ini menyaring panggilan serta pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan maupun perangkat khusus.

Bilal menjelaskan, teknologi ini dihadirkan untuk membantu pelanggan menjelajahi ruang digital dengan lebih percaya diri.

“Dengan konektivitas yang andal, produk terjangkau, dan perlindungan kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” kata Bilal.

Lebih lanjut Bilal menjelaskan, data internal mencatat, lebih dari 290 juta panggilan spam telah teridentifikasi di jaringan VoLTE.

Apabila dihitung secara total, selama 2,5 bulan pelaksanaan, sistem telah menemukan lebih dari 500 juta panggilan dan SMS scam/spam serta menandai lebih dari 145 juta pesan berbahaya, termasuk 110 juta pesan penipuan.

“Meski belum sepenuhnya memblokir seluruh ancaman, sistem peringatan dini ini terbukti efektif membantu pelanggan menghindari kerugian sebelum menjadi korban,” jelasnya.

Bilal menyebut, Indosat menerapkan prinsip Zero Trust untuk mendorong kehati-hatian pelanggan: tidak langsung percaya dan selalu memverifikasi pesan, panggilan maupun tautan mencurigakan.

Prinsip ini juga menjadi dasar dalam pengembangan fitur perlindungan tersebut.

“Dengan kombinasi teknologi AI yang terus diperbarui dan edukasi literasi digital berkelanjutan, Indosat menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penipuan daring. Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia serta membangun ekosistem digital yang aman bagi seluruh pelanggan di Indonesia,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaSuguhan Malam Tahun Baru Bertema Dunia Sihir untuk Keluarga dan Sahabat
Artikel selanjutnyaPGN Distribusikan Bantuan Logistik Tahap Pertama Korban Bencana Sumatera