Semarang, Idola 92.6 FM-Bangsa Indonesia baru-baru ini kembali diguncang kabar yang menggetarkan nurani. Raya, seorang anak balita 4 tahun di daerah Sukabumi, Jawa Barat, meninggal setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang dengan berat mencapai 1 kilogram. Video kondisi terakhir anak ini viral di dunia maya. Sebuah tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi di era sekarang–ketika layanan kesehatan dan informasi tersedia begitu luas.

Terkini, Kemenkes mengungkap penyebab kematian Raya bukan karena cacingan, melainkan terjadi disebabkan oleh sepsis atau infeksi berat yang diperburuk dengan malanutrisi, tengkes atau stunting, dan meningitis tuberkulosis.

Kasus ini bukan sekadar musibah keluarga/ melainkan juga cermin kegagalan sistem kesehatan preventif yang seharusnya melindungi anak-anak dari penyakit yang bisa dicegah. Kasus ini membuka mata kita bahwa anak-anak di sekitar kita masih rentan terhadap ancaman kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah–jika ada kepedulian bersama.

Lalu, belajar dari kasus Raya, upaya apa yang mesti kita lakukan dalam melindungi kesehatan anak-anak di lingkungan sekitar kita? Selain itu, Bagaimana membangun kohesi sosial yang kuat, agar masyarakat benar-benar hadir melindungi anak dari ancaman penyakit, malnutrisi, dan kerentanan sosial lainnya?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: Ns. Prima Trisna Aji, M.Kep, Sp.Kep.MB (Dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)) dan Prof. Binahayati Rusyidi, MSW, Ph.D. (Kepala Departemen Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran Bandung). (her/yes/dav)

Simak podcast diskusinya: