Rumah Duka Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas mobil rantis Brimob pada demo di sekitar Gedung DPR, Kamis (28/8) malam. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta, Idola 92.6 FM- Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden RI Prabowo Subianto membentuk tim khusus independen mengusut kasus tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob pada demo di sekitar Gedung DPR, Kamis (28/8) malam.

Lakso Anindito dari IM57+, yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan, tim khusus itu diperlukan agar bisa melihat secara menyeluruh rangkaian brutalitas aparat yang terjadi kemarin.

“Dan apabila diperlukan saya meminta Presiden RI untuk membuat tim khusus yang bersifat independen untuk bisa melihat secara menyeluruh mengenai kekerasan dalam rangkaian demo ini,” kata Lakso dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (29/8).

Lakso berharap, tim yang nantinya dibentuk harus bisa mengusut tuntas kericuhan yang berbuntut menelan nyawa ini. Ia mendesak agar seluruh anggota kepolisian yang terlibat harus diproses secara hukum pidana.

Selain itu, dalam siaran persnya, Koalisi Masyarakat Sipil juga meminta Presiden Prabowo untuk memerintahkan Polri untuk tidak represif dalam menghadapi demonstran. Selain itu, mereka menuntut agar Presiden memastikan adanya investigasi independen, transparan, dan akuntabel atas peristiwa 28 Agustus 2025, termasuk memberikan pemulihan bagi korban.

Presiden Perintahkan Investigasi

Merespons situasi terkini, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan investigasi transparan atas insiden yang menewaskan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam demonstrasi yang berujung ricuh pada Kamis (28/8) malam. Ia menegaskan, petugas yang terbukti bersalah harus bertanggung jawab.

“Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Prabowo dalam pernyataan resminya melalui video, Jumat (29/8).

Prabowo melanjutkan ia tidak akan mentolerir petugas yang berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku. “Kami akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya, dalam siaran pers Biro Sekretariat Presiden.

Di awal pernyataannya, Prabowo menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. “Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga Affan. “Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada baik orang tuanya, adik-adik, dan kakak-kakaknya,” jelas Prabowo.

Prabowo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia menegaskan seluruh keluhan rakyat akan dicatat dan ditindaklanjuti. (her/dav/CNN)