Semarang, Idola 92,6 FM-Ramainya pembicaraan publik mengenai kasus viral seorang penumpang yang kehilangan tempat minum dalam kereta api, KAI Daop 4 Semarang merilis data terbaru soal barang tertinggal sepanjang Januari-Oktober 2025.
Total ada 440 barang tercatat tertinggal di areal layanan Daop 4 Semarang, dengan estimasi nilai mencapai Rp923 juta.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan dari jumlah itu, 74 barang di antaranya merupakan barang berharga seperti ponsel, laptop, proyektor hingga perhiasan. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.
Menurutnya, temuan ini kembali menegaskan bahwa kelalaian penumpang yang sering kali terjadi saat kereta dalam kondisi padat atau penumpang tergesa turun maupun masih menjadi persoalan yang berulang setiap tahun.
Franoto menjelaskan, kasus viral yang ramai dibahas publik beberapa hari terakhir seharusnya menjadi pengingat penting bagi seluruh pelanggan untuk lebih waspada.
“Kejadian-kejadian seperti itu sebenarnya bisa diminimalkan. Karena itu kami terus memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan pelanggan melalui layanan Lost and Found,” kata Franoto.
Lebih lanjut Franoto menjelaskan, layanan tersebut telah membantu banyak pelanggan menemukan barang yang tertinggal, baik di stasiun maupun di atas kereta.
Pelaporan dapat dilakukan melalui kondektur, petugas Polsuska, maupun KAI Contact Center 121.
“Setelah laporan diterima, petugas langsung melakukan penelusuran. Jika barang ditemukan cepat, bisa langsung diserahkan. Jika butuh waktu lebih lama, pelanggan akan terus mendapatkan informasi perkembangan,” jelasnya.
Franoto menyebut, prosedur pengambilan barang juga diperketat.
Pelanggan diwajibkan menunjukkan identitas, sementara barang temuan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun.
“Kami mengajak pelanggan untuk selalu memeriksa kursi, rak bagasi, dan area sekitar sebelum turun dari kereta,” pungkasnya. (Bud)













