OJK saat mengajak prajurit TNI Kodam IV/Diponegoro guna memerangi kejahatan keuangan.

Semarang, Idola 92,6 FM- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menegaskan komitmennya, dalam memerangi maraknya kejahatan scam keuangan yang terus memakan korban di berbagai kalangan masyarakat.

Ketua Sekretariat Satgas PASTI Hudiyanto mengatakan pelaku penipuan keuangan, kini semakin canggih dan terorganisasi. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Hudiyanto menjelaskan, modus kejahatan tidak hanya dilakukan individu yang menguasai teknologi, tetapi juga sindikat besar yang memiliki kemampuan operasional mumpuni.

“Scam keuangan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat, sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan,” kata Hudiyanto.

Menurut Hudiyanto, guna memerkuat perlindungan masyarakat, OJK bersama Satgas PASTI telah meluncurkan Indonesia Anti Scam Center (IASC) pada 22 November 2024.

Platform ini menjadi pusat penerimaan, dan penanganan laporan scam keuangan dari masyarakat.

Hudiyanto menyebut, hingga 31 Oktober 2025, IASC mencatat total 323.841 laporan.

Sebanyak 140.109 laporan disampaikan melalui Pelaku Usaha Jasa Keuangan yang kemudian diteruskan ke sistem IASC, sementara 183.732 laporan lainnya dilaporkan langsung korban.

“Dari laporan ini terdapat 530.794 rekening yang dilaporkan terlibat, dan 100.565 di antaranya telah berhasil diblokir. Total kerugian masyarakat yang telah tercatat mencapai Rp7,5 triliun. Sementara itu, dana korban yang berhasil diblokir dan diamankan mencapai Rp383,6 miliar,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaTelkomsel Gratiskan Platform LMS untuk Sekolah di Jateng
Artikel selanjutnyaMaraknya Barang Tertinggal, KAI Daop 4 Semarang Ingatkan Penumpang KA