Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Lampung melakukan penandatanganan sebanyak 11 kerja sama berbagai bidang, dengan nilai transaksi mencapai Rp832,3 miliar per tahun.
Kerja sama yang dibangun dengan Pemprov Lampung tersebut, dalam rangka untuk menumbuhkan ekonomi baru di kedua wilayah.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan sebelas kerja sama tersebut di antaranya adalah penguatan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembar, pemanfaatan gas bumi dan energi baru terbarukan serta penyediaan bahan pangan komoditas hasil pertanian dan perkebunan. Hal itu dikatakan saat kunjungan ke Lampung, kemarin.
Luthfi menjelaskan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan saat pertemuan antargubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025 lalu.
Selain itu, kerja sama ini juga untuk menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing provinsi.
“Kerja sama ini bukan berarti Jawa Tengah lebih maju daripada Lampung, melainkan agar maju dan berkembang bersama-sama. Hal ini juga dalam rangka membangun konektivitas melalui collaborative government (pemerintahan kolaboratif) yang diciptakan,” kata Luthfi.
Sementara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, misi kerja sama ini banyak sekali yang dibahas.
Mulai antar organisasi perangkat daerah (OPD) di masing-masing pemerintah provinsi, hingga asosiasi pengusaha.
“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang kuat, serta saling menunjang dan mengangkat antara Lampung dan Jawa Tengah. Kami melihat karakteristik dari dua provinsi ini, baik dari komoditas maupun kebutuhan industri, ke depan akan bisa saling menguatkan,” ucapnya.
Mirzani menyebutkan, Jateng juga menjadi rujukan dalam hal perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.
“Semua menteri selalu mencontohkan Jawa Tengah, seperti masuknya investasi yang besar, lalu soal keamanan dan dukungan kawasan,” pungkasnya. (Bud)








