Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah memerkirakan, produksi padi tahun ini naik hingga 5,5 persen di bandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Distanbun Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan produksi padi provinsi ini pada tahun kemarin mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG). Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Tavares menjelaskan, Jateng merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional dan memberikan kontribusinya terhadap kebutuhan pangan nasional sebesar 15-16 persen.
Tahun ini, pihaknya optimistis bisa tercapai 12 juta ton dan lebih tinggi dari Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Surplus pangan di Jawa Tengah tidak hanya pada komoditas padi, sebanyak sembilan komoditas pangan yang menjadi indikator utama, mengalami surplus, kecuali kedelai. Komoditas pangan yang menjadi indikator utama meliputi padi, jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao dan kedelai,” kata Tavares.
Menurut Tavares, meski kedelai tidak mengalami surplus, tetapi angka produksinya tetap tertinggi di Indonesia.
“Kedelai tidak mencapai surplus karena merupakan komoditas yang tidak mudah dikembangkan. Kedelai memerlukan kondisi khusus. Antara lain tidak terlalu banyak air, tapi juga tidak boleh kekurangan air,” jelasnya.
Lebih lanjut Tavares, menegaskan jika Jateng sudah siap untuk mendukung swasembada pangan yang menjadi program pemerintah pusat. (Bud)








