Semarang, Idola 92.6 FM-Persoalan sampah di Indonesia seperti tak pernah selesai. Dari kota besar hingga kabupaten, dari TPA yang kelebihan kapasitas, hingga pencemaran sungai dan laut. Semua itu menjadi alarm bahwa kita sedang menghadapi situasi darurat pengelolaan sampah.
Presiden RI Prabowo Subianto bahkan menyatakan “perang terhadap sampah” dan menggelorakan semangat Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai gerakan bersama mengatasi persoalan ini.
Dan, baru-baru ini, Presiden juga memberi arahan untuk mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah — bukan hanya skala besar seperti waste to energy atau (pengolahan sampah untuk sumber energi listrik) tetapi juga teknologi skala mikro yang telah dikembangkan oleh sejumlah perguruan tinggi. Perguruan tinggi, pemerintah daerah, kementerian, hingga Badan Pengelola Investasi Danantara diminta terlibat untuk mendorong produksi massal dan uji coba di berbagai kota.
Lalu, pertanyaannya, seberapa siap kita? Apakah teknologi benar-benar bisa menjadi jawaban? Bagaimana memastikan percepatan ini tidak berhenti sebagai wacana tetapi benar-benar menjadi gerakan nasional yang sistematis dan berkelanjutan? Dan yang tak kalah penting, apa tantangan sesungguhnya — teknologinya, investasinya, regulasinya, atau justru perilaku masyarakatnya?
Guna mengurai persoalan ini, serta bagaimana mengakselerasi teknologi pengolahan sampah agar benar-benar menjadi solusi nyata bagi Indonesia, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: Ali Herman Ibrahim (Direktur Pembangkit dan Energi Primer PT PLN (Persero) tahun 2003-2008) dan Prof Suharnomo (Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang). (her/yes/dav)
Simak podcast diskusinya:















