Penjaga stand menunjukkan cabai olahan yang dijual cuma seharga Rp1.447 dengan menggunakan QRIS di kegiatan Gerakan Pasar Murah.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah terus mendorong edukasi kepada masyarakat, terkait pemanfaatan produk olahan cabai sebagai alternatif penggunaan cabai segar.

Langkah ini dilakukan, sebagai salah satu upaya menekan tekanan inflasi yang kerap dipicu kenaikan harga cabai di pasaran.

Deputi Kepala KPw BI Jawa Tengah Andi Reina Sari mengatakan fluktuasi harga cabai, umumnya dipengaruhi kondisi pasokan di pasar. Hal itu dikatakan saat ditemui di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3).

Menurut Andi Reina, selain menjaga pasokan, Bank Indonesia Jateng juga mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi cabai.

Masyarakat tidak harus selalu bergantung pada cabai segar, produk olahan seperti cabai kering dapat menjadi alternatif yang tetap memberikan rasa pedas sekaligus membantu menjaga stabilitas harga.

“Edukasi ini terkait pemanfaatan produk olahan cabai. Jadi masyarakat tidak harus selalu membeli cabai segar, tetapi bisa menggunakan cabai kering atau olahan lainnya,” kata Andi Reina.

Andi Reina menjelaskan, produk olahan cabai juga memiliki keunggulan dalam hal ketahanan penyimpanan.

Saat produksi cabai melimpah, sebagian hasil panen dapat diolah dan disimpan lebih lama sehingga bisa dimanfaatkan kembali ketika pasokan di pasar mulai terbatas.

“Dengan cara ini, ketersediaan cabai tetap dapat dijaga meski terjadi penurunan pasokan cabai segar di pasar. Hal ini diharapkan, dapat membantu meredam lonjakan harga yang sering memicu inflasi pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Andi Reina menjelaskan, Bank Indonesia Jateng juga memerkenalkan berbagai produk olahan cabai kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau sebagai bagian dari promosi agar masyarakat mulai mengenal dan mencoba alternatif tersebut.

“Produk olahan cabai ini juga bisa diolah menjadi berbagai makanan seperti chili oil yang rasanya tetap pedas dan enak. Harapannya masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan produk olahan cabai,” pungkasnya. (Bud)