Semarang, Idola 92,6 FM-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola belanja bijak guna menjaga stabilitas harga dan daya beli.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Noor Nugroho mengatakan pihaknya bersinergi dengan pemprov serta pemkab/pemkot dalam menggelar berbagai upaya pengendalian inflasi selama Ramadan hingga Idul Fitri. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, kemarin.
“Saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kami bersinergi dengan Pemprov serta pemkab dan pemkot melaksanakan gerakan pasar murah yang dilakukan serentak di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, juga secara mandiri oleh masing-masing daerah,” kata Nugroho.
Nugroho menjelaskan, selain mendukung dari sisi produksi dan distribusi, Bank Indonesia Jateng juga berupaya mengendalikan permintaan (demand) melalui edukasi belanja bijak kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai penting, untuk mencegah kenaikan harga akibat peningkatan konsumsi yang tidak terkontrol.
Menurut Nugroho, masyarakat diimbau menyusun prioritas sebelum berbelanja.
Dengan begitu, saat datang ke pasar, konsumen sudah mengetahui barang apa saja yang benar-benar dibutuhkan.
“Belanja sesuai kebutuhan, jangan sampai membeli hal-hal yang tidak diperlukan atau bahkan memicu panic buying,” jelasnya.
Lebih lanjut Nugroho juga mendorong masyarakat, untuk rasional dalam membandingkan harga antar pedagang.
Dengan kebiasaan membandingkan harga, konsumen dapat memeroleh harga terbaik dan membantu menjaga harga tetap terkendali.
“Melalui kombinasi penguatan pasokan dan edukasi konsumsi yang bijak, Bank Indonesia Jateng berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa tekanan inflasi berlebih,” pungkasnya. (Bud)















